Menteri HAM Natalius Pigai Utamakan Solusi Budaya Atasi Bentrokan di Adonara

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan bahwa penanganan bentrokan antardesa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), perlu mengedepankan pendekatan budaya dibandingkan sekadar tindakan pemolisian.

Menurutnya, cara ini jauh lebih efektif untuk meredam konflik secara jangka panjang.

​”Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” ujar Pigai melalui keterangan tertulisnya pada Minggu (19/7/2026).

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis adat ini sangat krusial untuk membangun kembali rasa saling percaya di antara masyarakat serta mengantisipasi agar konflik serupa tidak kembali terulang di masa depan.
​Bentrokan yang melibatkan dua desa ini dilaporkan telah menimbulkan dampak yang cukup parah.

Baca Juga :  Sapi Kurban Bantuan Presiden Disalurkan untuk Warga Terdampak Banjir di Gorontalo

Data sementara menunjukkan sedikitnya tiga orang warga meninggal dunia, sejumlah orang mengalami luka-luka, dan puluhan rumah warga hangus terbakar.

Merespons situasi darurat tersebut, Kementerian HAM langsung menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Kantor Wilayah KemenHAM NTT dan Staf Khusus Menteri ke lokasi kejadian.

Baca Juga :  Polda Jambi Bongkar Sindikat BBM Ilegal: Direktur Perusahaan Jadi Tersangka, 6.163 Liter Solar Disita

Tim ini bertugas untuk memantau langsung situasi pascakonflik, menggali kondisi riil di akar rumput, serta merumuskan langkah-langkah perdamaian yang tepat.

Dalam proses penyelesaiannya, Kementerian HAM akan fokus melibatkan para tokoh adat, tokoh agama, dan elemen masyarakat setempat.

Pihak kementerian juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan situasi di Adonara bisa segera kondusif dan aman, sehingga warga terdampak dapat kembali beraktivitas dengan normal.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru