GROBOGAN – Seorang pelajar SMP berinisial ZMR (16) meninggal dunia usai terlibat aksi perang sarung di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Dalam peristiwa tersebut, polisi telah mengamankan enam remaja yang diduga terlibat dalam bentrokan.
Insiden tragis itu terjadi pada Rabu malam (25/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di lapangan sepak bola Dusun Mrayun, Desa Termas, Kecamatan Karangrayung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perang sarung tersebut diduga bermula dari komunikasi melalui media sosial yang berujung pada kesepakatan untuk bertemu dan melakukan duel.
Dalam aksi tersebut, para remaja menggunakan sarung yang diikat pada bagian ujungnya sebagai alat untuk saling menyerang. Korban sempat terjatuh dan tidak sadarkan diri setelah bentrokan berlangsung. Teman-temannya kemudian membawa korban pulang sebelum akhirnya pihak keluarga membawanya ke Puskesmas Karangrayung I untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
Kepolisian dari Polres Grobogan bergerak cepat dengan mengamankan enam remaja yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Sejumlah barang bukti, termasuk sarung yang digunakan saat kejadian, turut disita untuk kepentingan penyelidikan.
Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus di bawah umur, penanganan perkara dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku terkait perlindungan anak. Polisi juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya agar kejadian serupa tidak terulang.












