Pramono Anung Tersentuh, Anak Yatim di Jakarta Pilih Belanja Kebutuhan Dapur Ketimbang Mainan

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku terharu saat mendampingi anak-anak yatim berbelanja dalam program Santunan Muharam di sebuah mal di Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Program ini merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Baznas Bazis DKI.

Dalam acara tersebut, Pramono sempat terkejut melihat barang-barang yang dipilih oleh anak-anak penerima santunan. Bukannya membeli mainan atau keperluan pribadi, mereka justru memilih belanjaan yang bisa dibawa pulang untuk membantu keluarga.

“Saya kaget yang dipilih itu bukan hal yang bersifat untuk dirinya, tetapi lebih pada sabun, tempat untuk cucian, dan hal-hal yang dibutuhkan sehari-hari di rumah untuk mereka bisa membantu orang tuanya,” ujar Pramono.

Baca Juga :  Gempa M7,6 Guncang Bitung, Tsunami Terjang 9 Wilayah di Sulut dan Maluku Utara

Selain perlengkapan mencuci, beberapa anak juga terlihat mengambil mi instan untuk konsumsi harian di rumah.

Detail Program Santunan

Program Santunan Muharam tahun ini menyasar 3.440 anak yatim di Jakarta. Masing-masing anak menerima bantuan dengan total nilai Rp 1 juta yang dibagi ke dalam beberapa bentuk:

1. Uang tunai: Rp 250.000

2. Paket bantuan: Rp 500.000

3. Voucher belanja: Sisa dari total santunan untuk dibelanjakan langsung.

Komitmen Pemprov DKi jakarta dan BAZNAS

Baca Juga :  Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Selain santunan di bulan Muharam, Pramono menegaskan bahwa sinergi antara Pemprov DKI dan Baznas Bazis akan terus digulirkan melalui berbagai program sosial lainnya, termasuk menyambut perayaan 5 abad Jakarta.

Salah satu program unggulan yang sedang berjalan adalah pemutihan ijazah bagi siswa kurang mampu.

Setelah berhasil membebaskan ijazah 6.050 siswa pada tahun lalu, tahun ini target tersebut kembali dikejar.

Pada tahap pertama saja, sudah ada 2.025 siswa yang terbantu, dan Pemprov DKI optimis angka tersebut akan terus bertambah hingga melampaui 6.000 siswa.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru