Gempa M7,6 Guncang Bitung, Tsunami Terjang 9 Wilayah di Sulut dan Maluku Utara

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BITUNG – Gempa bumi kuat berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman sekitar 33 kilometer itu memicu gelombang tsunami yang terpantau di sejumlah wilayah pesisir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sedikitnya 9 wilayah terdampak tsunami dengan ketinggian gelombang bervariasi, meski umumnya masih di bawah 1 meter.

Daftar Wilayah Terdampak Tsunami
Berikut wilayah yang tercatat mengalami tsunami:
Belang (0,68 meter)
Bitung (0,20 meter)
Bumbulan (0,13 meter)
Gita (0,24 meter)
Halmahera Barat (0,30 meter)
Kedi (0,15 meter)
Minahasa Utara (0,75 meter)
Sidangoli (0,35 meter)
Sitaro (0,19 meter)
Gelombang tertinggi tercatat di wilayah Minahasa Utara dengan ketinggian mencapai 0,75 meter.

Baca Juga :  Pemerintah Larang Sekolah Berikan PR Berlebihan Selama Ramadan 2026

Warga Panik, Sempat Mengungsi

Pasca gempa, warga di sejumlah daerah pesisir dilaporkan panik dan berhamburan menuju tempat yang lebih tinggi. Fenomena air laut surut sebelum gelombang datang turut memicu kekhawatiran masyarakat.

Sejumlah laporan awal juga menyebut adanya kerusakan bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas umum, terutama di wilayah Maluku Utara.

Baca Juga :  Pilot Maskapai Asal Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta: Jadi Kurir Narkotika 26 Kg dan Positif Tiga Jenis Zat Terlarang

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

BMKG sempat mengeluarkan beberapa kali peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut. Namun, setelah kondisi dinyatakan relatif aman dan gelombang tidak berkembang signifikan, peringatan resmi akhirnya dicabut.

Imbauan Tetap Waspada

Meski ketinggian tsunami tergolong kecil, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Hingga saat ini, pendataan dampak dan kerusakan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru