Presiden Prabowo Ingatkan Pamong Praja: Rakyat Butuh Pelayanan Cepat, Bukan Birokrasi Berbelit

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan tegas kepada para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXXIII agar senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya di Lapangan Parade, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa para pamong praja muda memegang peran krusial sebagai pelayan masyarakat. Tugas utama mereka adalah melindungi dan mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya.

“Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  Viral! Anggota DPRD Jember Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Publik Geram

Lebih lanjut, Presiden menuntut agar aparatur negara senantiasa bersikap jujur, disiplin, bersih dari praktik korupsi, serta berani mengambil keputusan. Kehadiran fisik maupun administratif seorang aparatur harus benar-benar dirasakan saat masyarakat membutuhkan.

Wajah dan Lambang Negara

​Prabowo juga mengingatkan bahwa setiap langkah, sikap, dan keputusan yang diambil oleh pamong praja di tempat tugasnya akan menjadi cerminan negara di mata publik. Baik buruknya pelayanan yang diberikan akan langsung memengaruhi tingkat kepercayaan rakyat kepada negara.

Baca Juga :  Bawaslu Usul Pelaku Politik Uang Masuk Daftar Hitam Pemilu, Dilarang Nyaleg dan Pilkada Satu Periode

• ​Tolak Ukur Negara: Dari penampilan dan pelayanan aparatur, masyarakat menilai apakah negara hadir, tertib, dan terhormat.

Risiko Kinerja: Prabowo mengingatkan bahwa kekecewaan yang diakibatkan oleh pelayanan buruk tidak hanya mencoreng nama individu, melainkan merusak kepercayaan publik kepada negara secara keseluruhan.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru