Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo Bukan Gagah-Gagahan, Hasilkan Investasi dan Perkuat Posisi Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto bertujuan memperkuat diplomasi Indonesia secara strategis.

Pernyataan itu disampaikan Teddy menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas perjalanan Presiden.

Menurut Teddy, pemerintah menghargai seluruh kritik yang disampaikan publik, namun masyarakat juga perlu melihat hasil nyata diplomasi.

Ia menilai sejumlah kritik berpotensi mengaburkan berbagai capaian penting yang berhasil diraih Indonesia melalui hubungan internasional aktif.

“Jangan sampai kritik yang disampaikan justru menutupi fakta dan hasil konkret yang sudah dicapai untuk kepentingan nasional.”

Baca Juga :  Kapolresta Sleman dan Eks Kasat Lantas Segera Disidang Disiplin Terkait Kasus Hogi Minaya

Teddy membantah anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya menghabiskan anggaran negara tanpa memberikan manfaat signifikan langsung.

Ia menjelaskan setiap kelebihan biaya perjalanan Presiden ditanggung secara pribadi oleh Prabowo dan tidak membebani negara.

Selain itu, jumlah delegasi yang mengikuti kunjungan resmi juga telah dikurangi secara signifikan dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Menurut Teddy, diplomasi tatap muka tetap menjadi instrumen penting untuk membangun kepercayaan dan kedekatan antar pemimpin dunia.

Hubungan personal antar kepala negara dinilai mampu mempercepat kerja sama strategis sekaligus memperkuat posisi Indonesia global.

Baca Juga :  Angin Kencang di Bogor, Pohon Kicopong 15 Meter Tumbang Timpa Rumah Warga

Teddy menyebut sejumlah hasil diplomasi Presiden, termasuk keanggotaan Indonesia dalam BRICS serta kemajuan negosiasi perdagangan internasional.

Ia juga menyoroti peluang ekspor yang semakin terbuka, investasi baru bernilai besar, serta penguatan kerja sama ekonomi.

Menurutnya, keputusan Presiden bertemu langsung atau berkomunikasi melalui telepon selalu mempertimbangkan prioritas diplomatik nasional Indonesia.

Pemerintah memastikan setiap agenda luar negeri Presiden dirancang untuk mendukung kepentingan nasional dan memperluas manfaat ekonomi.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru