72 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Wamenkes Ungkap Penyebab Utama

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kasus keracunan massal menimpa puluhan siswa di wilayah Jakarta Timur setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang disediakan.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa penyebab utama insiden tersebut diduga karena proses pengolahan makanan yang terlalu lama sebelum didistribusikan kepada siswa.

“Masalahnya ada pada jeda waktu antara makanan dimasak dan dikonsumsi. Ini berpotensi menyebabkan penurunan kualitas hingga kontaminasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Guru SMPN 7 Jambi Sakit Usai Cicipi MBG, Penyebab Masih Diselidiki

Peristiwa ini terjadi di kawasan Pondok Kelapa. Para siswa yang terdampak mengalami sejumlah gejala seperti sakit perut, mual, dan diare tak lama setelah mengonsumsi makanan.

Adapun menu yang disajikan dalam program MBG saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayur campur, serta buah stroberi.

Para siswa yang mengalami keracunan langsung mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Dilaporkan, kondisi mereka kini berangsur membaik setelah mendapat perawatan.

Baca Juga :  Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia makanan dalam program MBG.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya terkait pengawasan kualitas dan keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi bagi pelajar. Evaluasi ketat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Berita Terkait

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat
Ironis! Pasien ICU Meninggal Tanpa Kunjungan Dokter, Keluarga Minta Keterangan RSUD Mukomuko
Ironis! Diduga Jam Pelayanan Publik Dijadikan Panggung TikTok, Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh dan Kadinkes Muaro Jambi Bungkam Seribu Bahasa
Tiga Guru SMPN 7 Jambi Sakit Usai Cicipi MBG, Penyebab Masih Diselidiki
Menkes: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Hanya Berdampak pada Kelas Menengah ke Atas
11 Juta Peserta PBI BPJS Tak Langsung Dicoret, Pemerintah Beri Masa Transisi 3 Bulan
Lebih Mematikan dari Covid-19, Indonesia Diminta Waspada Ancaman Virus Nipah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:46 WIB

Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:59 WIB

Ironis! Pasien ICU Meninggal Tanpa Kunjungan Dokter, Keluarga Minta Keterangan RSUD Mukomuko

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:47 WIB

Ironis! Diduga Jam Pelayanan Publik Dijadikan Panggung TikTok, Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh dan Kadinkes Muaro Jambi Bungkam Seribu Bahasa

Kamis, 9 April 2026 - 20:45 WIB

Tiga Guru SMPN 7 Jambi Sakit Usai Cicipi MBG, Penyebab Masih Diselidiki

Berita Terbaru