Lebih Mematikan dari Covid-19, Indonesia Diminta Waspada Ancaman Virus Nipah

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Ancaman virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus dilaporkan di kawasan Asia. Virus zoonotik yang ditularkan dari hewan ke manusia ini dinilai jauh lebih mematikan dibandingkan Covid-19, dengan tingkat kematian mencapai 40 hingga 75 persen.
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1999 dan diketahui menyerang sistem pernapasan serta sistem saraf pusat. Pada kasus berat, infeksi dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis), gangguan pernapasan akut, hingga kematian. Hingga kini, belum tersedia obat khusus maupun vaksin yang dapat mencegah virus tersebut.
Penularan virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan pembawa virus, terutama kelelawar pemakan buah. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta melalui kontak erat antarmanusia, khususnya dalam lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.
Meski belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia, pemerintah menilai potensi masuknya virus tersebut tetap perlu diwaspadai. Mobilitas penduduk lintas negara dan kedekatan geografis dengan wilayah yang pernah melaporkan kasus menjadi salah satu faktor risiko.
Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan deteksi dini dan kesiapsiagaan. Pengawasan di pintu masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan, juga diperketat melalui skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional.
Selain itu, pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan produk hewan turut diperkuat guna mencegah masuknya virus dari hewan pembawa. Beberapa daerah juga meningkatkan pemantauan terhadap hewan ternak yang berpotensi menjadi perantara penularan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dengan menerapkan langkah pencegahan, seperti menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan sakit, mencuci buah dan makanan sebelum dikonsumsi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, sakit kepala, atau gangguan pernapasan.
Pemerintah menegaskan, meskipun virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, penyebarannya masih terbatas. Oleh karena itu, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dini dinilai menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari potensi wabah di masa depan.

Baca Juga :  Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Berita Terkait

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat
Ironis! Pasien ICU Meninggal Tanpa Kunjungan Dokter, Keluarga Minta Keterangan RSUD Mukomuko
Ironis! Diduga Jam Pelayanan Publik Dijadikan Panggung TikTok, Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh dan Kadinkes Muaro Jambi Bungkam Seribu Bahasa
Tiga Guru SMPN 7 Jambi Sakit Usai Cicipi MBG, Penyebab Masih Diselidiki
72 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Wamenkes Ungkap Penyebab Utama
Menkes: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Hanya Berdampak pada Kelas Menengah ke Atas
11 Juta Peserta PBI BPJS Tak Langsung Dicoret, Pemerintah Beri Masa Transisi 3 Bulan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:46 WIB

Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:59 WIB

Ironis! Pasien ICU Meninggal Tanpa Kunjungan Dokter, Keluarga Minta Keterangan RSUD Mukomuko

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:47 WIB

Ironis! Diduga Jam Pelayanan Publik Dijadikan Panggung TikTok, Kepala Puskesmas Muaro Kumpeh dan Kadinkes Muaro Jambi Bungkam Seribu Bahasa

Kamis, 9 April 2026 - 20:45 WIB

Tiga Guru SMPN 7 Jambi Sakit Usai Cicipi MBG, Penyebab Masih Diselidiki

Berita Terbaru