Tak Pakai Emas, Pemuda di Rembang Nikahi Kekasih dengan Mahar Bibit Mangga, Sarat Makna Lingkungan

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REMBANG – Sebuah pernikahan unik sekaligus inspiratif terjadi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda, Abi Yahya Bunaya Sulthon, resmi menikahi kekasihnya, Aprilia Siti Nuraini, dengan mahar tak biasa berupa bibit pohon mangga.

Akad nikah yang digelar pada Jumat, 11 April 2026 itu sontak menarik perhatian publik. Pasalnya, mahar yang diberikan berbeda dari kebiasaan umum yang identik dengan emas atau uang dalam jumlah besar.

Dalam prosesi tersebut, mahar bibit pohon mangga tetap dinyatakan sah dan bahkan dicatat secara resmi dalam dokumen pernikahan. Selain itu, mempelai pria juga melengkapi mahar dengan seperangkat alat salat dan sejumlah uang tunai.

Abi Yahya mengungkapkan, pilihan mahar tersebut bukan tanpa alasan. Ia ingin menghadirkan makna mendalam dalam pernikahannya, sekaligus membawa pesan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Mengapa Penyekapan di Bandung Tak Masuk Kategori Penyiksaan Versi PBB? Ini Penjelasan Komnas Perempuan

“Kami ingin pohon ini tumbuh bersama perjalanan rumah tangga kami, menjadi simbol harapan, dan bisa dikenang hingga anak cucu,” ujar Abi Yahya.

Ia menambahkan, pohon mangga yang ditanam nantinya diharapkan tidak hanya menjadi simbol cinta, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Kepala KUA Kecamatan Kragan, M. Ali Akhyar, yang memimpin langsung prosesi akad nikah, menyampaikan bahwa mahar tersebut sah secara agama maupun hukum.

“Tidak ada ketentuan khusus terkait bentuk mahar. Selama disepakati kedua mempelai dan memiliki nilai, maka itu sah,” jelasnya.

Baca Juga :  6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau

Lebih lanjut, pernikahan dengan mahar bibit pohon ini juga merupakan bagian dari program “Ekoteologi” yang digagas oleh Kementerian Agama setempat.

Program tersebut mendorong masyarakat untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Pihak Kementerian Agama Kabupaten Rembang pun mengapresiasi langkah pasangan tersebut yang dinilai mampu menjadi contoh positif di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar mahar, tetapi juga bentuk amal jariyah dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujar perwakilan Kemenag Rembang.

Fenomena mahar bibit pohon di Rembang sendiri bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, beberapa pasangan juga telah mengadopsi konsep serupa sebagai simbol komitmen, harapan, dan kontribusi nyata terhadap masa depan bumi.

Berita Terkait

Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan
Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare
Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin
Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor
Oknum Ditjenpas Jambi Nyambi Bisnis Barang Haram, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Sesalkan Rusaknya Integritas Aparat
Polresta Jambi Undang Suheri Dwi Nopriyadi untuk Klarifikasi Dugaan Pencemaran Nama Baik/Fitnah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:20 WIB

Karhutla di Muaro Jambi Meluas, BPBD Catat Lahan Terbakar Hampir 8 Hektare

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:07 WIB

Tim SAR Gabungan Evakuasi Buruh Asal Bandung yang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:32 WIB

Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

Berita Terbaru