Belasan Kepsek Muaro Jambi Mundur Usai Dilantik, Dinas Pendidikan Dinilai Gagal dalam Kebijakan Penempatan

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARO JAMBI — Kebijakan penempatan kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi menuai sorotan tajam. Usai pelantikan ratusan kepala sekolah beberapa hari lalu, sebanyak 13 kepala sekolah dikabarkan memilih mengundurkan diri dari jabatan mereka.

Informasi yang dihimpun, para kepala sekolah tersebut mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu (20/5/2026) pagi untuk menyampaikan pengunduran diri secara resmi.

Dari total 183 kepala sekolah yang dilantik mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP, sebagian besar mengaku keberatan dengan lokasi penugasan yang dinilai terlalu jauh dari domisili mereka.

Kebijakan penempatan itu pun memicu kritik dari kalangan guru. Dinas Pendidikan Muaro Jambi dinilai gagal melakukan pemetaan penempatan secara matang dan realistis, sehingga memunculkan polemik di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Viral, Jenazah di Madura Disebut Tertahan Pemakaman karena Utang Rp215 Juta

“Kami berharap penempatan kepala sekolah ini logis dan mempertimbangkan domisili. Jangan sampai ada yang tinggal di Mendalo tetapi ditempatkan di Kumpeh atau Bahar Selatan. Jaraknya terlalu ekstrem,” ujar seorang guru yang meminta namanya dirahasiakan.

Menurutnya, perjalanan menuju sejumlah wilayah di Muaro Jambi masih membutuhkan waktu berjam-jam dengan kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai. Hal itu dinilai berpotensi mengganggu efektivitas kerja kepala sekolah.

“Kalau setiap hari energi habis di jalan, bagaimana kepala sekolah bisa fokus membina guru dan meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya lagi.

Baca Juga :  Detik-detik Jembatan Dermaga Sungai Landak Tanjabbar Ambruk, Dua Pekerja Masih Hilang

Kondisi ini juga dinilai bertolak belakang dengan program prioritas daerah dalam Pancacita Bupati Muaro Jambi yang mengusung slogan “Guru Nyaman, Siswa Senang”.

“Faktanya sekarang justru kepala sekolah merasa terbebani. Bahkan ada yang memilih mundur karena penempatan yang dianggap tidak manusiawi,” ujar salah seorang kepala sekolah.

Gelombang pengunduran diri tersebut menjadi perhatian serius di dunia pendidikan Muaro Jambi. Sejumlah guru meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi total terhadap kebijakan penempatan kepala sekolah agar proses belajar mengajar tidak terganggu dan polemik serupa tidak kembali terjadi.

Berita Terkait

‎Kapal Besar Diduga Ilegal Bongkar Ratusan Ton Semen di Dermaga Pasir ‎Masih Terus Berlangsung
Detik-detik Jembatan Dermaga Sungai Landak Tanjabbar Ambruk, Dua Pekerja Masih Hilang
Kota Jambi Ajukan 322 Formasi CASN 2026 ke KemenPAN-RB, Tidak Ada Formasi Guru
Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas
Polda Jambi Gelar Taklimat Akhir Audit Kinerja 2026, Perkuat Pengawasan dan Pelayanan Presisi
Kurir Sabu Ditangkap di Nipah Panjang, Bandar Kabur Saat Penyergapan
Konflik Lahan Eks PT RKK Memanas, Warga Desa Puding Siap Gelar Aksi
Amuk Massa di Mesuji, Ponpes Nurul Jadid Dibakar Usai Dugaan Kasus Asusila Pimpinan Pondok
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:38 WIB

‎Kapal Besar Diduga Ilegal Bongkar Ratusan Ton Semen di Dermaga Pasir ‎Masih Terus Berlangsung

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:36 WIB

Detik-detik Jembatan Dermaga Sungai Landak Tanjabbar Ambruk, Dua Pekerja Masih Hilang

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:14 WIB

Belasan Kepsek Muaro Jambi Mundur Usai Dilantik, Dinas Pendidikan Dinilai Gagal dalam Kebijakan Penempatan

Senin, 18 Mei 2026 - 11:32 WIB

Kota Jambi Ajukan 322 Formasi CASN 2026 ke KemenPAN-RB, Tidak Ada Formasi Guru

Senin, 18 Mei 2026 - 08:11 WIB

Membandel! Truk Batu Bara Masih Beroperasi Meski Dilarang Melintas

Berita Terbaru