Latihan Militer Manajer Kopdes Dihentikan, Pemerintah Ganti dengan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih.

Sebagai penggantinya, pemerintah menerapkan program Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang lebih menitikberatkan penguatan karakter serta kompetensi pengelolaan koperasi.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan pelatihan sebelumnya yang memunculkan berbagai masukan terkait materi hingga metode pembelajaran.

Selanjutnya, materi pelatihan tidak lagi memuat latihan menembak maupun pendidikan militer taktis yang sebelumnya sempat direncanakan dalam kurikulum peserta.

Baca Juga :  Gugatan UU Polri Dicabut, MK Tegaskan Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden

Sebaliknya, peserta akan memperoleh pembekalan mengenai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial perkoperasian secara komprehensif.

Pemerintah juga memangkas durasi pelatihan dari sekitar dua bulan menjadi satu setengah bulan agar pembelajaran berlangsung lebih efektif dan efisien.

Langkah tersebut diharapkan menghasilkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan profesional sekaligus berkarakter kuat dalam mengelola Kopdes Merah Putih.

“Pelatihan kini difokuskan pada pembekalan bela negara, pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial. Materi latihan militer teknis, termasuk latihan menembak, tidak lagi diberikan.”

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Sasar Anak Putus Sekolah, Mensos: Tak Ada Pendaftaran Umum

Sebelumnya, pemerintah mengevaluasi program setelah muncul laporan meninggalnya lima peserta dalam pelatihan SPPI yang menjadi perhatian publik nasional.

Karena itu, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelatihan berlangsung lebih aman, relevan, serta sesuai kebutuhan pengelolaan koperasi di lapangan.

Melalui perubahan tersebut, pemerintah berharap program pembinaan calon manajer Kopdes mampu melahirkan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru