Sekolah Rakyat Sasar Anak Putus Sekolah, Mensos: Tak Ada Pendaftaran Umum

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus memperkuat program Sekolah Rakyat dengan menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, terutama mereka yang putus sekolah dan belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa program ini tidak membuka pendaftaran secara umum. Sebaliknya, pemerintah melakukan penjangkauan langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Yang diutamakan adalah anak-anak dari desil paling bawah, termasuk yang berisiko putus sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  BNPP Tancap Gas Bangun PLBN Long Midang, Perkuat Benteng & Ekonomi Perbatasan RI-Malaysia

Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem berasrama guna memberikan akses pendidikan yang lebih optimal bagi anak-anak dari latar belakang rentan, seperti anak jalanan, pengamen, hingga pemulung.

Namun, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan. Perbedaan kemampuan akademik siswa menjadi kendala utama, bahkan ditemukan siswa setingkat SMA yang belum mampu membaca. Untuk itu, pendampingan intensif dilakukan oleh tenaga pengajar yang telah diseleksi secara khusus.

Baca Juga :  Kebijakan Seragam Batik dan Melayu di Muaro Jambi Disorot, Antariksa Pertanyakan Transparansi dan Nasib UMKM Lokal

Meski menghadapi berbagai hambatan, program ini mulai menunjukkan hasil. Ratusan siswa dilaporkan telah lulus, dengan sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui beasiswa, sementara lainnya diarahkan ke dunia kerja.

Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru