Tragis, Wanita WNI Tewas Ditikam di Hamamatsu Jepang; Terduga Pelaku Tewas Tertabrak Kereta

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHIZUOKA — Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial KAH (20) dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan di apartemen tempat tinggalnya di kawasan Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang tengah.

 

Terduga pelaku penusukan dilaporkan tewas tertabrak kereta sesaat setelah melarikan diri dari lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian
​Peristiwa tragis ini bermula ketika para tetangga korban mendengar suara teriakan histeris dari dalam unit apartemen yang ditinggali korban bersama orang tuanya.

Saksi mata di sekitar lokasi juga melihat seorang pria misterius berpakaian hitam bergegas meninggalkan area apartemen.

Baca Juga :  Penguasaan Lahan Sengketa di Muaro Jambi: Kuasa Hukum Mbah Mangun Sesalkan Sikap Pemerintah Desa Petaling Jaya

Petugas yang tiba di lokasi menemukan korban sudah dalam kondisi kritis akibat luka tikam.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa wanita muda tersebut tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.

Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
​Tidak lama setelah insiden penusukan tersebut, pihak kepolisian menerima laporan mengenai seorang pria yang tewas tertabrak kereta di jalur rel JR Tokaido, sekitar 500 meter di sebelah barat Stasiun JR Maisaka.

Baca Juga :  Bawaslu Usul Pelaku Politik Uang Masuk Daftar Hitam Pemilu, Dilarang Nyaleg dan Pilkada Satu Periode

Berdasarkan keterangan masinis, ia sempat melihat seorang pria berpakaian hitam nekat melompati pagar pembatas dan menerobos perlintasan rel sebelum akhirnya tertabrak.

Polisi menduga kuat bahwa pria tersebut adalah pelaku penusukan yang berusaha melarikan diri atau mengakhiri hidupnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik aksi penusukan tersebut.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru