Bekas Halte KA di Sidoarjo Disegel Warga Usai Viral Jadi Tempat Mesum Sesama Jenis

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Sidoarjo — Sebuah bangunan kosong bekas halte kereta api yang terletak di kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, terpaksa disegel oleh warga setempat pada Minggu (12/7) dini hari.

Langkah tegas ini diambil setelah lokasi tersebut viral di media sosial karena diduga kuat sering dijadikan tempat tindakan asusila sesama jenis (gay).

Kondisi di Lapangan

Bangunan terbengkalai berukuran 5 x 3 meter yang berada di pinggir Jalan Raya Gedangan (arah Surabaya menuju Sidoarjo) tersebut tampak kumuh dan tidak terawat. Di sekitar area bangunan, ditemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan warga, di antaranya:

Baca Juga :  Diduga Lecehkan Biduan Berinisial E, Pemilik Orgen Tunggal Inisial B Belum Berikan Clarifikasi

​1. Botol-botol bekas minuman keras.
​2. Beberapa kondom bekas pakai yang sudah rusak.

​Saat ini, pintu masuk bangunan telah dipasangi garis polisi (police line) swadaya oleh warga dan ditempeli kertas berisi pesan kecaman terhadap aktivitas tersebut.

Kesaksian Warga dan Komunitas

Penyegelan ini diinisiasi oleh komunitas lokal bersama warga sekitar yang resah setelah menerima banyak aduan masyarakat.

“Kami sering menerima laporan dari warga yang memergoki pasangan sesama jenis berada di dalam ruangan itu. Selain itu, tempat ini juga diduga digunakan untuk aktivitas maksiat lainnya,” ujar Pepi (35), salah seorang perwakilan warga yang ikut melakukan penyegelan.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Sasar Anak Putus Sekolah, Mensos: Tak Ada Pendaftaran Umum

Muncul pula dugaan bahwa orang-orang yang memanfaatkan tempat tersebut saling berkomunikasi dan membuat janji temu terlebih dahulu melalui grup WhatsApp atau media sosial, meskipun hal ini masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Sementara itu, Efendi (40), seorang warga yang sering berada di seberang lokasi, menceritakan bahwa ia bersama warga lain pernah secara langsung memergoki dua orang pria yang masuk ke halte tersebut dengan dalih berteduh saat hujan deras, namun ternyata didapati sedang berbuat asusila.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru