Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARO JAMBI – Gelombang penolakan terhadap aktivitas stockpile batu bara milik PT SAS terus berlanjut. Ratusan warga yang menggabungkan massa dari Kenali, Mendalo Darat, Penyengat Rendah, pedagang Pasar Aurduri, serta Lembaga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT SAS, Jalan Lintas Sumatera, Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (20/8/2026).

​Salah satu perwakilan massa aksi, Yanti, menegaskan bahwa keberadaan stockpile tersebut telah berdampak langsung pada kenyamanan, kesehatan, hingga keselamatan jiwa warga sekitar. Dalam aksi ini, massa menyampaikan empat poin tuntutan utama:

  • Penolakan Total Aktivitas Stockpile: Menolak keberadaan fasilitas penyimpanan batu bara PT SAS yang dianggap mengganggu kehidupan masyarakat.
  • Penghentian Aktivitas Pencemaran: Mendesak instansi terkait menyetop operasional yang memicu bahaya debu batu bara, polusi suara armada truk dan alat berat, kerusakan jalan, serta tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.
  • Audit dan Evaluasi Perizinan: Menuntut pemerintah daerah serta dinas terkait untuk segera meninjau ulang izin operasional PT SAS dan melakukan audit lingkungan (AMDAL/UKL-UPL) secara transparan.
  • Kepastian Jaminan Kesehatan: Menuntut jaminan perlindungan hukum atas kesehatan warga dan kelestarian lingkungan hidup.
Baca Juga :  ‎Kapal Besar Diduga Ilegal Bongkar Ratusan Ton Semen di Dermaga Pasir ‎Masih Terus Berlangsung

​Sangat disayangkan, kedatangan massa aksi tidak disambut oleh satu pun perwakilan manajemen PT SAS. Pintu kantor tampak terkunci rapat dan tanpa aktivitas penghuni. Sikap acuh perusahaan memicu kekecewaan mendalam bagi para peserta aksi. Massa menegaskan akan terus bertahan di depan kantor, bahkan siap menginap di lokasi hingga ada pihak manajemen yang mau menemui dan menampung aspirasi mereka.

Baca Juga :  11 Juta Peserta PBI BPJS Tak Langsung Dicoret, Pemerintah Beri Masa Transisi 3 Bulan

​Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen PT SAS untuk mendapatkan klarifikasi dan perimbangan berita terkait tuntutan warga tersebut.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Pacu Jalur Resmi Dibuka, Pemprov Dan Polda Riau Ajak Warga Jaga Sungai Kuantan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru