BGN Ungkap Modus “Ternak Yayasan” Kelola Banyak Dapur Program MBG

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya modus penyalahgunaan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah pihak diduga mendirikan banyak yayasan untuk mengelola beberapa dapur MBG sekaligus demi memperoleh keuntungan lebih besar.
Deputi Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan praktik tersebut dikenal dengan istilah “ternak yayasan”. Modusnya, satu kelompok membuat beberapa yayasan berbeda agar bisa mendaftarkan diri sebagai pengelola lebih dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Menurut Nanik, pada awal pelaksanaan program, pemerintah memang membuka kesempatan bagi berbagai lembaga sosial, pendidikan, maupun keagamaan untuk bermitra dalam penyediaan dapur MBG. Namun dalam praktiknya, sebagian pihak justru memanfaatkan peluang tersebut untuk kepentingan bisnis.
BGN menegaskan bahwa program MBG merupakan program sosial pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, pengelolaan dapur MBG seharusnya tidak dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi.
Untuk mencegah penyalahgunaan, BGN akan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap mitra pengelola dapur MBG. Jika ditemukan pelanggaran atau praktik yang tidak sesuai aturan, kerja sama dengan pihak terkait dapat dihentikan sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Habiburokhman Respons Tantangan Debat Adian ke Seskab Teddy soal Anggaran MBG

Berita Terkait

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex Naik per 18 April 2026
JK Klarifikasi Polemik “Mati Syahid” saat Ceramah di Masjid UGM
IKBI PTPN IV Tebar 1.500 Bibit Ikan Nila di Kerinci, Perkuat Ketahanan Pangan
Gelar “Gema Sedekah”, IKBI PTPN IV Santuni Yatim dan Perkuat Ketahanan Pangan di Kerinci
BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir
Pemerintah Larang Wisata Gajah Tunggang, Inpres Segera Terbit
Kemhan Luruskan Isu Akses Udara Militer AS: Masih Tahap Pembahasan, Jangan Terprovokasi
Anwar Usman Akui “Plong” Tinggalkan MK, Air Mata Haru Warnai Purnabakti
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 21:12 WIB

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex Naik per 18 April 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

JK Klarifikasi Polemik “Mati Syahid” saat Ceramah di Masjid UGM

Sabtu, 18 April 2026 - 15:34 WIB

IKBI PTPN IV Tebar 1.500 Bibit Ikan Nila di Kerinci, Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 18 April 2026 - 15:22 WIB

Gelar “Gema Sedekah”, IKBI PTPN IV Santuni Yatim dan Perkuat Ketahanan Pangan di Kerinci

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir

Berita Terbaru