BGN Setop Pendaftaran Dapur Baru MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas Utama

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Gizi Nasional menghentikan sementara pendaftaran dapur baru Program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah efisiensi anggaran nasional.

Kebijakan tersebut diumumkan Kepala BGN Nanik S. Deyang setelah lembaganya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan program berjalan.

BGN memprioritaskan penataan operasional dapur yang telah beroperasi sebelum membuka layanan baru di berbagai daerah Indonesia.

Selain menghentikan pendaftaran sementara, BGN melakukan refocusing penerima manfaat agar penyaluran program lebih tepat sasaran dan efektif.

Baca Juga :  Jampidsus Akui Rumah Sentul Miliknya, Sosok Pemilik 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar Masih Dirahasiakan

Evaluasi penerima manfaat dilakukan untuk memastikan kelompok masyarakat paling membutuhkan tetap menjadi prioritas utama dalam program tersebut.

BGN juga meninjau kembali cakupan penerima manfaat di wilayah tertentu guna menjaga keberlanjutan program sesuai kemampuan anggaran.

Langkah efisiensi dilakukan tanpa mengurangi komitmen pemerintah menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan.

Pemerintah menargetkan kualitas layanan tetap terjaga meski pelaksanaan program harus menyesuaikan kondisi fiskal dan anggaran nasional.

Baca Juga :  Update Harga LPG Non-Subsidi April 2026, Pertamina Pastikan Stabil di Seluruh Provinsi

BGN memastikan dapur yang sudah beroperasi tetap menjalankan layanan secara normal selama kebijakan moratorium masih berlaku.

Lembaga tersebut juga memperkuat pengawasan terhadap operasional dapur untuk memastikan standar pelayanan dan keamanan pangan terpenuhi.

“Dalam rangka efisiensi anggaran maka hal yang kami lakukan adalah pertama refocusing penerima manfaat. Dua, moratorium dapur titik-titik baru,” kata Nanik S. Deyang.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru