Minyak Goreng Minyakita Langka Dan Naik

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – MinyaKita mulai langka di sejumlah wilayah. Pedagang kesulitan memperoleh pasokan baru dari distributor beberapa pekan terakhir.

Kelangkaan MinyaKita terjadi di tengah rencana pemerintah menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat tersebut.

Sejumlah warung dan agen sembako mengaku stok MinyaKita habis. Konsumen kini beralih membeli minyak goreng merek lain.

Pedagang menyebut pasokan dari distributor belum kembali normal. Kondisi itu membuat permintaan masyarakat sulit terpenuhi.

Baca Juga :  Kerjasama Culas Eks HRD dan Orang Dalam BPJS Ketenagakerjaan: Bobol Uang Negara Rp 24,5 Miliar lewat 391 Klaim Palsu

Kelangkaan MinyaKita memicu kekhawatiran masyarakat. Produk tersebut selama ini menjadi pilihan utama karena harganya lebih terjangkau.

Di sisi lain, pemerintah telah menyepakati rencana penyesuaian HET MinyaKita dalam waktu dekat.

Kenaikan harga dinilai perlu dilakukan karena biaya produksi meningkat seiring naiknya harga minyak sawit mentah atau CPO.

Menteri Perdagangan menyatakan pemerintah masih membahas besaran kenaikan harga bersama kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga :  Material Longsor Tebing 11 Meter Sumbat Aliran Kali Ciapus di Ciomas Bogor

“Pemerintah sedang menghitung penyesuaian harga yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan harga bahan baku.”

Saat ini, pemerintah masih mengevaluasi perkembangan harga CPO sebelum menetapkan keputusan final terkait HET MinyaKita.

Pedagang berharap distribusi segera kembali normal. Mereka khawatir kelangkaan berkepanjangan akan menurunkan jumlah pembeli.

Konsumen juga berharap pasokan MinyaKita kembali tersedia agar kebutuhan minyak goreng rumah tangga tetap terjangkau.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru