TNI Siaga 1, Panglima TNI Keluarkan 7 Perintah Antisipasi Dampak Konflik Global

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Agus Subiyanto selaku Panglima TNI menetapkan status Siaga 1 bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mengantisipasi dampak konflik global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan nasional. Kebijakan tersebut tertuang dalam telegram Panglima TNI yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia yang dinilai dapat berdampak pada keamanan regional, ekonomi global, hingga keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri.
Dalam telegram tersebut, Panglima TNI mengeluarkan tujuh perintah utama kepada seluruh satuan TNI. Di antaranya meningkatkan kesiapsiagaan personel dan alutsista, memperkuat patroli di wilayah strategis, serta meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman.
Selain itu, jajaran TNI juga diminta memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, meningkatkan pengamanan terhadap objek vital nasional, serta memperketat pengawasan di wilayah perbatasan negara.
Panglima TNI juga memerintahkan seluruh satuan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi, termasuk kesiapan operasi kemanusiaan maupun evakuasi warga negara Indonesia jika situasi konflik global semakin memburuk.
Melalui kebijakan Siaga 1 ini, TNI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan dampak dari dinamika konflik global yang terus berkembang.

Baca Juga :  Kejagung Lelang 308 Aset Koruptor, Kursi Firaun Asabri hingga Tas Branded Harvey Moeis

Berita Terkait

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan
Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?
Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan
Bau Skandal Reklame Kota Jambi : Dugaan Kongkalikong Perizinan dan Pajak Menguat
Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Jika Jadi Inisiatif DPR Maupun Pemerintah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:21 WIB

Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:03 WIB

Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:15 WIB

Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB