Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di Kantor YLBHI

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Aktivis HAM dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal usai mengikuti kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. Saat itu, Andrie baru saja menyelesaikan rekaman podcast yang membahas isu remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 23.37 WIB Andrie meninggalkan kantor YLBHI dan mengendarai sepeda motor menuju kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Namun ketika melintas di lokasi tersebut, dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor mendekatinya.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie sebelum keduanya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya. Ia kemudian mendapat pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dan bagian dada.
Pihak kepolisian membenarkan adanya insiden penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang aktivis di kawasan Salemba. Saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi tersebut.
Petugas juga tengah menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi guna mengidentifikasi pelaku.
Sementara itu, pihak KontraS menilai peristiwa tersebut berpotensi merupakan bentuk intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia. Organisasi itu mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menjamin perlindungan bagi para aktivis.

Baca Juga :  Kaget!!! Oknum Pejabat BPK Terima Miliaran, Biar Proyek Jalur KA di Sumut Lancar

Berita Terkait

Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK Terungkap, Dipicu Dendam Asmara Tak Direstui
Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa
Hakim Soroti Warga Medan, Usai Beli Pertalite 25 Liter, Khawatir Perkara Ini Ada Yang Request
Rumah Pasutri Diduga Bandar Sabu Dikepung Emak-Emak di Tanjab Barat, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Peran Polisi P dan ASN N dalam Yayasan
Terbongkar! Puluhan Kubik Kayu Ilegal Diduga Dibekingi Oknum APH Inisial H, Bebas Melintas Di Jalur Lintas Palembang – Jambi, Pal 10 Kota Jambi
Masih Adakah Aturan di Kota Jambi? Reklame Maulana-Diza Diduga Tak Berizin dan Tak Tersentuh Penindakan
Terungkap di Pengadilan, Bos Blueray Cargo Mengaku Setor Rp91 Miliar ke Oknum Bea Cukai
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:24 WIB

Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK Terungkap, Dipicu Dendam Asmara Tak Direstui

Senin, 15 Juni 2026 - 12:56 WIB

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:34 WIB

Hakim Soroti Warga Medan, Usai Beli Pertalite 25 Liter, Khawatir Perkara Ini Ada Yang Request

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:54 WIB

Rumah Pasutri Diduga Bandar Sabu Dikepung Emak-Emak di Tanjab Barat, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:54 WIB

Peran Polisi P dan ASN N dalam Yayasan

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB