BNPP Petakan Empat Isu Strategis Perbatasan Lewat Rencana Aksi 2026

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia secara resmi telah memetakan empat isu strategis utama dalam rangka penguatan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan tahun ini.

Langkah strategis tersebut dituangkan ke dalam Rencana Aksi Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (PBWN-KP) Tahun 2026.

Pemetaan ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan wilayah terdepan Indonesia agar lebih terarah, aman, dan berdaya saing. Berikut adalah rincian keempat isu strategis yang menjadi fokus utama BNPP:

Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dan Kesejahteraan

Fokus utama diberikan kepada percepatan pembangunan di kawasan perbatasan yang selama ini masih menghadapi tantangan ketimpangan. Hal ini mencakup peningkatan akses konektivitas transportasi, perluasan jaringan telekomunikasi, serta pemenuhan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Baca Juga :  DPR Siapkan Omnibus Ketenagakerjaan Baru, Outsourcing hingga Pesangon Bakal Dirombak

• ​Penyelesaian Sengketa dan Batas Negara TetanggaBNPP terus mendorong

penyelesaian segmen batas negara, baik di darat maupun di laut, melalui diplomasi yang intensif dengan negara-negara tetangga. Selain itu, aspek pengamanan serta penanganan dampak sosial pascapenyelesaian batas wilayah juga menjadi perhatian penting.

Penguatan Tata Kelola Lintas Batas Negara

Pengelolaan aktivitas di pos lintas batas negara (PLBN) terus dioptimalkan guna menyeimbangkan fungsi pengamanan negara dengan peningkatan ekonomi masyarakat lokal, termasuk pencegahan aktivitas ilegal di sepanjang jalur perbatasan.

Baca Juga :  Jampidsus Akui Rumah Sentul Miliknya, Sosok Pemilik 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar Masih Dirahasiakan

• Sinergi Kelembagaan dan Koordinasi Lintas Sektor

Mengingat kompleksitas pengelolaan wilayah perbatasan, BNPP berfokus untuk memperkuat koordinasi lintas instansi. Hal ini melibatkan sinkronisasi program dan kebijakan antara pemerintah pusat, kementerian/lembaga terkait, hingga pemerintah daerah agar pembangunan berjalan selaras dan terpadu.

Rencana aksi ini diharapkan dapat menjadi pedoman lintas sektor bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan kawasan perbatasan negara yang aman, mandiri, dan menjadi beranda depan kebanggaan Indonesia.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru