Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film Pesta Babi Bukan Instruksi TNI

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak menegaskan pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di sejumlah daerah bukan merupakan instruksi langsung dari TNI.

Menurut Maruli, tindakan pembubaran dilakukan atas permintaan pemerintah daerah setempat dengan mempertimbangkan situasi keamanan di masing-masing wilayah.

“Tidak ada instruksi langsung,” kata Maruli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/5/2026).

Ia menyebut aparat di lapangan hanya membantu menjaga kondusivitas apabila terdapat potensi gangguan ketertiban maupun konflik di tengah masyarakat. Karena itu, keputusan penghentian kegiatan disebut berasal dari koordinasi pemerintah daerah bersama unsur terkait di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Komisi II DPR Soroti Biaya Politik dan Gaji Minim Usai Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Polemik pemutaran film Pesta Babi belakangan memicu perhatian publik setelah sejumlah agenda diskusi dan nobar dilaporkan dibubarkan di beberapa daerah. Film dokumenter tersebut mengangkat isu sosial dan kritik terhadap praktik kolonialisme modern.

Peristiwa pembubaran itu kemudian memunculkan perdebatan soal kebebasan berekspresi dan ruang diskusi publik di Indonesia. Sejumlah kalangan sipil menilai pembatalan acara diskusi maupun pemutaran film berpotensi mencederai kebebasan akademik dan demokrasi.

Ketua DPR RI Puan Maharani turut menyoroti polemik tersebut. Ia meminta persoalan itu disikapi sesuai aturan hukum dan mengedepankan komunikasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Baca Juga :  Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Bertugas

Di sisi lain, beberapa panitia kegiatan nobar di kampus juga dilaporkan mengalami tekanan menjelang acara berlangsung. Salah satunya terjadi di Universitas Airlangga, ketika lokasi pemutaran dipindahkan setelah panitia mengaku didatangi orang tak dikenal.

Hingga kini, polemik film Pesta Babi masih menjadi perhatian publik dan memicu diskusi luas terkait batas kebebasan berekspresi, keamanan, serta peran aparat dalam kegiatan sipil.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru