Presiden Prabowo Dorong Digitalisasi Pemerintah Lewat Integrasi Data Bansos

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi tata kelola pemerintahan (Government Technology) untuk mendukung efektivitas berbagai program nasional.

Salah satu fokus utamanya adalah penerapan Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) agar penyaluran bantuan sosial lebih akurat dan tepat sasaran.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Presiden menyoroti perlunya integrasi data antarinstansi guna menghapus aplikasi tumpang tindih.

Langkah ini juga bertujuan memangkas birokrasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menginput data berulang kali saat mengakses layanan publik.

Baca Juga :  KPK Petakan Celah Korupsi Program MBG, Soroti Dugaan Mark Up Bahan Pangan

​”Jangan sampai ada warga miskin yang luput dari bantuan hanya karena persoalan birokrasi, atau sebaliknya, pihak yang mampu justru menerima bantuan akibat data yang tidak diperbarui,” ujar Presiden Prabowo.

Laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat uji coba digitalisasi bansos ini telah berjalan di 43 kabupaten/kota pada 26 provinsi, menjangkau sekitar 12 juta kepala keluarga.

Baca Juga :  KIP Jambi Ingatkan Dinkes Muaro Jambi: Program Pemerintah Wajib Dibuka, Bukan Ditutup-Tutupi

Presiden optimistis, pendataan yang presisi akan mempercepat pencapaian target 0 persen kemiskinan ekstrem.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan bahwa keberhasilan transformasi digital mengandalkan tiga pilar utama: kepemimpinan, tata kelola lembaga, dan implementasi yang terfokus. Pemerintah juga mengandalkan Infrastruktur Digital Publik (DPI)—seperti identitas digital dan pembayaran elektronik—yang diimbangi dengan perlindungan data pribadi serta keamanan siber yang ketat.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru