KPK Petakan Celah Korupsi Program MBG, Soroti Dugaan Mark Up Bahan Pangan

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memetakan potensi celah korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul munculnya dugaan penggelembungan harga (mark up) bahan baku pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemetaan dilakukan sebagai bagian dari fungsi pencegahan agar potensi penyimpangan dapat dimitigasi sejak awal.
“KPK melalui fungsi pencegahan melakukan identifikasi risiko dan potensi celah korupsi dalam program MBG,” ujar Budi dalam keterangannya.
Menurutnya, hasil kajian tersebut nantinya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi yang disampaikan kepada para pemangku kepentingan terkait. Rekomendasi itu diharapkan menjadi acuan perbaikan tata kelola, khususnya dalam proses pengadaan dan distribusi bahan pangan.
KPK juga memfokuskan pengawasan program MBG melalui Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), yang selama ini digunakan untuk mengawal program-program prioritas pemerintah agar berjalan transparan dan akuntabel.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional mengungkap telah menerima laporan adanya mitra penyedia bahan baku yang menjual komoditas di atas harga eceran tertinggi (HET). Selain itu, ditemukan pula dugaan kualitas bahan pangan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena program MBG bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Jika terjadi praktik mark up maupun penyimpangan kualitas, hal itu berpotensi merugikan keuangan negara serta mengurangi manfaat program bagi penerima.
KPK menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan MBG dari sisi pencegahan serta mendorong transparansi dan penguatan pengawasan internal di setiap lini pelaksanaan program.

Baca Juga :  Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab, Putri Ahmad Bahar Ngaku Trauma Berat

Berita Terkait

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?
Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan
Bau Skandal Reklame Kota Jambi : Dugaan Kongkalikong Perizinan dan Pajak Menguat
Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Jika Jadi Inisiatif DPR Maupun Pemerintah
Prabowo: Pengusaha Indonesia Banyak Dosa, Era AI Bikin Penyimpangan Sulit Disembunyikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:21 WIB

Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?

Senin, 15 Juni 2026 - 09:55 WIB

KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:03 WIB

Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:15 WIB

Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB