Utamakan Keselamatan Pekerja, PTPN IV PalmCo Perkuat Budaya K3 di Seluruh Unit Operasional

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – PTPN IV PalmCo terus memperkuat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh unit operasional perusahaan sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menegaskan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan, baik di unit kebun maupun pabrik kelapa sawit.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pengembangan budaya kerja yang mengedepankan aspek keselamatan di seluruh lini perusahaan.

Baca Juga :  Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Rekam Jejak Lama Kembali Disorot

Untuk mendukung implementasi tersebut, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo menjelaskan bahwa perusahaan terus meningkatkan jumlah karyawan yang memiliki sertifikasi Ahli K3 (AK3), baik umum maupun spesifik.

Menurut Ugun, para pemegang sertifikasi tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak atau change agent budaya keselamatan kerja di masing-masing unit operasional.

“Kami memproyeksikan para pemegang sertifikat ini menjadi motor penggerak atau change agent budaya aman di masing-masing unit kebun dan pabrik,” ujarnya.

Baca Juga :  Aksi Promosi Miras Berkedok Hafalan Qur'an di Ancol Diselidiki Polisi

Ia menambahkan, kesadaran mandiri dari para pekerja menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan berkelanjutan di lapangan.

Sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PTPN IV PalmCo juga menjalin kolaborasi lintas sektor, salah satunya bersama PT PLN (Persero) untuk memberikan edukasi keselamatan kerja di area perkebunan yang berdekatan dengan jaringan listrik tegangan menengah.

Langkah tersebut dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan pemahaman pekerja terhadap potensi bahaya di lingkungan operasional perusahaan.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru