Video Aktivis Global Sumud Flotilla Viral, Menteri Israel Dikecam usai Paksa Tawanan Sujud dengan Tangan Terikat

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Sebuah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap aktivis kemanusiaan internasional dari Global Sumud Flotilla memicu kecaman dunia internasional. Dalam rekaman yang viral di media sosial, para aktivis terlihat dalam kondisi tangan terikat sambil dipaksa berlutut dan mendengarkan lagu kebangsaan Israel.

Video tersebut diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dan langsung menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Banyak pihak menilai tindakan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap warga sipil internasional yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Baca Juga :  Polemik Seragam Batik dan Baju Melayu Muaro Jambi Memanas, Antariksa Pertanyakan: Edaran atau Surat Paksaan?

Dilansir dari Suara.com, sekitar 430 aktivis dari berbagai negara ditangkap oleh militer Israel saat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla berusaha menembus blokade menuju Jalur Gaza.

Peristiwa ini disebut memicu ketegangan diplomatik. Sejumlah negara dilaporkan mulai meminta penjelasan resmi dari pemerintah Israel terkait penahanan serta perlakuan terhadap para aktivis.

Di tengah gelombang kecaman, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengambil sikap berbeda dari Ben-Gvir. Netanyahu disebut meminta agar para aktivis segera dideportasi dan menghindari tindakan yang dinilai memperburuk tekanan internasional terhadap Israel.

Baca Juga :  Kemendagri Tegur Gubernur Kaltim soal Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Global Sumud Flotilla merupakan koalisi kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk warga Gaza. Misi mereka bertujuan menembus blokade yang selama ini diberlakukan Israel terhadap wilayah tersebut.

Insiden ini kembali memperpanjang daftar kontroversi terkait penanganan Israel terhadap misi kemanusiaan internasional di kawasan konflik Gaza.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru