Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang, Kisah Nayla Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi “Pramugari Sapi”

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK — Kisah Nayla mendadak menjadi sorotan publik setelah memilih meninggalkan dunia showroom mobil mewah dan beralih menjadi “pramugari sapi” di pusat penjualan hewan kurban.

Perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai SPG mobil premium itu kini harus terbiasa dengan suasana kandang sapi yang jauh berbeda dari ruang pamer ber-AC dengan aroma parfum dan jok kulit mewah.

Dalam kesehariannya, Nayla bertugas melayani calon pembeli sapi kurban di Mall Hewan Kurban Haji Doni, Depok. Dengan seragam ala pramugari, ia membantu menjelaskan jenis sapi, kondisi kesehatan hewan hingga harga kepada pelanggan.

Baca Juga :  Dugaan Permainan Bawah Tangan PUTR Dengan Vendor Reklame : Izin, Pajak dan Jumlah Objek Dipertanyakan

Nayla mengaku awalnya cukup kaget dengan lingkungan kerja barunya. Aroma kandang dan panas terik menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun seiring waktu, ia mulai beradaptasi dan menikmati pengalaman tersebut.

“Awalnya memang kaget, tapi lama-lama terbiasa,” ungkapnya.

Fenomena “pramugari sapi” sendiri belakangan menjadi strategi promosi unik untuk menarik perhatian masyarakat menjelang Iduladha. Para SPG tak hanya menjadi pemanis pemasaran, tetapi juga dituntut memahami produk yang dijual, termasuk karakteristik hewan kurban.

Baca Juga :  Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?

Tak sekadar berdiri melayani pelanggan, Nayla juga disebut ikut belajar mengenali kualitas sapi hingga membantu perawatan hewan di lokasi penjualan.

Kisahnya pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai profesi apa pun layak dijalani selama halal dan menghasilkan rezeki.

Berita Terkait

Teh Kayu Aro: Warisan Dunia yang Dikelola  PTPN IV Regional IV
Teh Kayu Aro PTPN IV Citarasa Mendunia
KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Pengembangan Kasus OTT Bupati Kuansing
Proyek “Penyelamat” Air Bersih Diduga Jadi Monumen Mangkrak: Ada Apa dengan Depot Pompa PDAM Tangkit Baru?
Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela
Mendag Pastikan HET MinyaKita Tetap Rp15.700 per Liter
Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

Teh Kayu Aro: Warisan Dunia yang Dikelola  PTPN IV Regional IV

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:09 WIB

Teh Kayu Aro PTPN IV Citarasa Mendunia

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:57 WIB

KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Pengembangan Kasus OTT Bupati Kuansing

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:13 WIB

Proyek “Penyelamat” Air Bersih Diduga Jadi Monumen Mangkrak: Ada Apa dengan Depot Pompa PDAM Tangkit Baru?

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:54 WIB

Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela

Berita Terbaru