Ketua Komisi VIII DPR RI Kritik Wacana “War Tiket” Haji: Dinilai Tidak Adil dan Berpotensi Picu Kecemburuan

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, melontarkan kritik keras terhadap wacana penerapan sistem “war tiket” dalam penyelenggaraan ibadah haji yang tengah dikaji pemerintah.

Menurutnya, skema tersebut tidak sejalan dengan mekanisme resmi yang selama ini diatur dalam regulasi, serta berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat.

“Kita sudah punya Undang-Undang, di situ disebutkan mendaftar, bukan berburu tiket,” tegas Marwan.
Ia menjelaskan, sistem penyelenggaraan haji di Indonesia selama ini menggunakan mekanisme pendaftaran dengan daftar tunggu (waiting list), sebagai bentuk keadilan mengingat tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji setiap tahunnya.

Marwan menilai, jika konsep “war tiket” diberlakukan, maka peluang berangkat haji justru akan lebih besar dimiliki oleh kelompok tertentu, khususnya mereka yang memiliki kemampuan finansial tinggi dan akses lebih cepat terhadap sistem.

Baca Juga :  Isu Harga Pertamax Naik Ramai, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi

“Kalau war tiket, siapa yang berburu? Orang-orang yang punya kemampuan lebih. Ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini terdapat aturan yang membatasi jamaah yang sudah berhaji untuk menunggu hingga 10 tahun sebelum dapat mendaftar kembali. Kebijakan tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada masyarakat yang belum pernah menunaikan ibadah haji.

Menurut Marwan, penerapan sistem baru tanpa kajian matang justru berpotensi bertabrakan dengan regulasi yang sudah ada, termasuk dalam hal pembagian kuota haji nasional.
“Kalau hanya sekadar wacana tanpa dasar yang jelas, ini bisa meresahkan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Bulog Jambi Cabut Izin RPK Istri Lurah di Penyengat Rendah, Jual Minyakita di Atas HET

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah untuk lebih fokus pada upaya konkret dalam mengurai panjangnya antrean haji, seperti optimalisasi kuota dan peningkatan kerja sama internasional.
“Tugas pemerintah itu mengurai antrean, bukan membuat kebijakan yang berpotensi tidak adil,” tegasnya.

Sebelumnya, wacana “war tiket” haji mencuat sebagai salah satu opsi yang dikaji pemerintah untuk mempercepat keberangkatan jamaah. Dalam skema tersebut, calon jamaah yang telah siap secara finansial dan administratif dapat langsung memperoleh kursi keberangkatan tanpa harus menunggu lama.

Namun demikian, DPR mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan prinsip keadilan dan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menunaikan ibadah haji.

Berita Terkait

BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir
Pemerintah Larang Wisata Gajah Tunggang, Inpres Segera Terbit
Kemhan Luruskan Isu Akses Udara Militer AS: Masih Tahap Pembahasan, Jangan Terprovokasi
Anwar Usman Akui “Plong” Tinggalkan MK, Air Mata Haru Warnai Purnabakti
Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
Prabowo Tegas: Jangan Ada yang Jadi Beking Tambang dan Perkebunan Ilegal
Prabowo Mundur dari Ketum PB IPSI Usai 34 Tahun Mengabdi, Fokus Jalankan Tugas sebagai Presiden
Tidak Ada Keracunan MBG di SMPN 7 Jambi, BGN Pastikan Makanan Aman
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir

Rabu, 15 April 2026 - 15:35 WIB

Pemerintah Larang Wisata Gajah Tunggang, Inpres Segera Terbit

Selasa, 14 April 2026 - 14:45 WIB

Kemhan Luruskan Isu Akses Udara Militer AS: Masih Tahap Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Selasa, 14 April 2026 - 08:36 WIB

Anwar Usman Akui “Plong” Tinggalkan MK, Air Mata Haru Warnai Purnabakti

Minggu, 12 April 2026 - 19:51 WIB

Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Berita Terbaru