Prabowo Tegas: Jangan Ada yang Jadi Beking Tambang dan Perkebunan Ilegal

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh aparat dan pejabat negara agar tidak terlibat dalam praktik membekingi tambang maupun perkebunan ilegal.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta. Ia menegaskan bahwa praktik ilegal yang merugikan negara harus dihentikan tanpa kompromi.

“Saya mengajak, marilah kita tutup praktik-praktik yang tidak baik. Menipu rakyat, menipu atasan, membekingi praktik-praktik yang tidak baik, penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal,” tegas Prabowo.

Menurutnya, masih ada oknum yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam melindungi kegiatan ilegal tersebut. Karena itu, ia meminta seluruh aparat penegak hukum dan pejabat terkait untuk bekerja secara jujur dan berpihak pada kepentingan negara.

Baca Juga :  Citra Satelit Ungkap Perubahan TPST Bantargebang, Kini Menjadi Gunung Sampah

Prabowo juga menyinggung soal kesejahteraan aparatur negara, namun menekankan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pelanggaran hukum.

“Saya mengerti gaji kalian mungkin tidak cukup. Tapi kalau kita lihat rakyat kita yang lebih parah dari kita, kita harus pahami bekerja di pemerintah adalah pengabdian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melaporkan capaian signifikan dalam upaya penyelamatan keuangan negara. Total dana yang berhasil diamankan mencapai Rp11,42 triliun, yang berasal dari denda administratif, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta setoran pajak dari perusahaan terkait.

Baca Juga :  BLT Kesra Resmi Dihentikan Tahun 2026, Anggaran Dialihkan ke Program Bansos Reguler

Tak hanya itu, negara juga berhasil menguasai kembali jutaan hektare kawasan hutan yang sebelumnya dikelola secara ilegal, baik untuk aktivitas perkebunan maupun pertambangan.

Sebelumnya, Prabowo juga sempat menyoroti keras pengusaha yang tetap menjalankan aktivitas tambang meski izin telah dicabut. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap kedaulatan negara.
“Dia mentertawakan Republik Indonesia,” tegasnya.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus memberantas praktik tambang dan perkebunan ilegal, sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai aturan demi kepentingan rakyat dan keberlanjutan lingkungan.

Berita Terkait

BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir
Pemerintah Larang Wisata Gajah Tunggang, Inpres Segera Terbit
Kemhan Luruskan Isu Akses Udara Militer AS: Masih Tahap Pembahasan, Jangan Terprovokasi
Anwar Usman Akui “Plong” Tinggalkan MK, Air Mata Haru Warnai Purnabakti
Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
Ketua Komisi VIII DPR RI Kritik Wacana “War Tiket” Haji: Dinilai Tidak Adil dan Berpotensi Picu Kecemburuan
Prabowo Mundur dari Ketum PB IPSI Usai 34 Tahun Mengabdi, Fokus Jalankan Tugas sebagai Presiden
Tidak Ada Keracunan MBG di SMPN 7 Jambi, BGN Pastikan Makanan Aman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir

Rabu, 15 April 2026 - 15:35 WIB

Pemerintah Larang Wisata Gajah Tunggang, Inpres Segera Terbit

Selasa, 14 April 2026 - 14:45 WIB

Kemhan Luruskan Isu Akses Udara Militer AS: Masih Tahap Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Selasa, 14 April 2026 - 08:36 WIB

Anwar Usman Akui “Plong” Tinggalkan MK, Air Mata Haru Warnai Purnabakti

Minggu, 12 April 2026 - 19:51 WIB

Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Berita Terbaru