Pasokan Terganggu, Harga Ketumbar dan Bumbu Dapur Terancam Melonjak

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kenaikan harga bumbu dapur kian di depan mata. Gangguan pasokan yang terjadi di tingkat global membuat sejumlah komoditas rempah, termasuk ketumbar, berpotensi mengalami lonjakan harga di pasar domestik.

Terbatasnya produksi dari negara pemasok utama serta kendala distribusi menjadi faktor utama yang menekan ketersediaan bahan baku. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya stabilitas harga, terutama untuk kebutuhan pokok rumah tangga.

Baca Juga :  Jalan Lenteng Agung Amblas, Gorong-gorong Keropos Jadi Penyebab

Pelaku pasar menyebutkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor rempah tertentu membuat harga di dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak global. Ketika pasokan tersendat, harga di tingkat distributor hingga pedagang eceran ikut terdorong naik.

Selain itu, kenaikan biaya logistik dan energi turut memperparah kondisi. Beban distribusi yang semakin tinggi membuat harga jual di pasar sulit ditekan, sehingga masyarakat berpotensi merasakan dampaknya secara langsung.

Baca Juga :  DPR Resmi Sahkan RUU Polri Jadi Undang-Undang, Tandai Babak Baru Penguatan Institusi Kepolisian

Tak hanya ketumbar, sejumlah bumbu dapur lain juga diperkirakan akan mengalami tren kenaikan harga jika gangguan pasokan terus berlanjut. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Jika tidak ada intervensi yang efektif, lonjakan harga bumbu dapur dikhawatirkan akan menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.

Berita Terkait

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan
Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?
Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan
Bau Skandal Reklame Kota Jambi : Dugaan Kongkalikong Perizinan dan Pajak Menguat
Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Jika Jadi Inisiatif DPR Maupun Pemerintah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan

Senin, 15 Juni 2026 - 09:55 WIB

KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:03 WIB

Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:15 WIB

Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB