Pengawal Pribadi Gubernur Kepri Terseret Dugaan Pengawalan Bos Judol, Polda Angkat Bicara

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – Dugaan keterlibatan seorang pengawal pribadi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) dalam pengawalan bos judi online (judol) menghebohkan publik. Oknum yang diketahui berinisial Brigadir BA itu disebut-sebut mengawal seorang pria bernama Alvin yang diduga sebagai pengendali jaringan judi online dan kejahatan siber di Batam.

Kasus ini mencuat usai aparat melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat praktik love scamming, judi online hingga phishing e-commerce.

Nama Brigadir BA kemudian ikut terseret setelah disebut beberapa kali terlihat mendampingi Alvin saat berada di Batam. Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar, BA disebut membawa senjata api ketika melakukan pengawalan terhadap pria tersebut.

Baca Juga :  Video Aktivis Global Sumud Flotilla Viral, Menteri Israel Dikecam usai Paksa Tawanan Sujud dengan Tangan Terikat

Menanggapi kabar yang berkembang, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan oknum aparat tersebut.

“Sampai saat ini kita belum dapatkan info resmi keterangan mengenai hal tersebut, kita cari terus info tersebut,” ujar Asep Safrudin, Jumat (9/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri Hendri Kurniadi membenarkan bahwa Brigadir BA merupakan anggota Polri yang memang ditugaskan sebagai pengawal pribadi Gubernur Kepri untuk pengamanan khusus di wilayah Batam.

Baca Juga :  KPK Warning Sekolah dan Dinas Pendidikan: Jangan Mainkan SPMB 2026

Namun demikian, Hendri membantah tudingan yang menyebut BA terlibat dalam aktivitas ilegal maupun pengawalan bos judi online.

“BA menyatakan tidak pernah melakukan kegiatan ilegal seperti yang disebutkan,” kata Hendri.

Diketahui, penggerebekan yang dilakukan petugas sebelumnya mengungkap dugaan jaringan kejahatan siber internasional yang beroperasi di Batam. Dalam operasi itu, sebanyak 210 WNA asal Vietnam, Myanmar dan Tiongkok diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini aparat masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam jaringan tersebut.

Berita Terkait

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan
Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?
Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan
Bau Skandal Reklame Kota Jambi : Dugaan Kongkalikong Perizinan dan Pajak Menguat
Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Jika Jadi Inisiatif DPR Maupun Pemerintah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:21 WIB

Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:03 WIB

Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:15 WIB

Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB