Istana Dibuka untuk Pelajar, Prabowo Subianto Dorong Edukasi Kebangsaan Sejak Dini

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah membuka akses Istana Kepresidenan bagi kunjungan anak sekolah. Kebijakan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.

Program ini dirancang agar pelajar tidak hanya mengenal negara melalui buku, tetapi juga melihat langsung pusat pemerintahan. Dengan begitu, siswa diharapkan memahami proses pengambilan kebijakan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini.

Kementerian Sekretariat Negara menyebutkan, kegiatan kunjungan akan diisi dengan berbagai agenda edukatif. Mulai dari tur mengenal ruang-ruang penting di Istana, pemaparan mengenai sejarah dan fungsi lembaga kepresidenan, hingga sesi diskusi interaktif.

Baca Juga :  Tiga Pasal UU KUHP Digugat ke MK, Mulai dari Perzinaan hingga Penghinaan Pemerintah

Pelaksanaan program ini telah dimulai dengan kunjungan siswa dari salah satu sekolah di Jakarta dan akan dijadwalkan secara rutin, sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan. Tidak hanya terpusat di Jakarta, program ini juga direncanakan menjangkau sejumlah kompleks Istana Kepresidenan di berbagai daerah.

Pemerintah membuka kesempatan bagi sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA, untuk ikut serta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Kementerian Sekretariat Negara dengan sistem penjadwalan bergilir.

Baca Juga :  Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan edukatif yang lebih terbuka. Istana yang selama ini identik dengan simbol kekuasaan, kini diharapkan menjadi ruang pembelajaran publik yang inklusif.

Dengan kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memahami bagaimana negara dijalankan dari dekat.

Berita Terkait

Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela
KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Dalami Skandal Pemerasan WNA yang Jerat Silmy Karim
Didit Prabowo Bertemu Jokowi di Solo, Ada Agenda Politik?
Reformasi BGN di SPPG: Insentif Rp6 Juta Dihapus, Pegawai Dilarang Rangkap Kelola Yayasan
Gugatan UU Polri Dicabut, MK Tegaskan Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden
Tito Ingatkan Daerah Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD
Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni, Kemenag Pastikan Tepat Sasaran
Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:54 WIB

Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:25 WIB

KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Dalami Skandal Pemerasan WNA yang Jerat Silmy Karim

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:31 WIB

Didit Prabowo Bertemu Jokowi di Solo, Ada Agenda Politik?

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:14 WIB

Reformasi BGN di SPPG: Insentif Rp6 Juta Dihapus, Pegawai Dilarang Rangkap Kelola Yayasan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:11 WIB

Gugatan UU Polri Dicabut, MK Tegaskan Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Viral Video Mesum di Kampus, Unair Dalami Kasus dan Siapkan Sanksi Etik

Sabtu, 20 Jun 2026 - 08:23 WIB

Hukum dan kriminal

Jaksa Tuntut Seumur Hidup Dua Terdakwa Kasus 58 Kilogram Sabu di Jambi

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:48 WIB