Daycare Ilegal di Yogyakarta Digerebek, 53 Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – Aparat kepolisian menggerebek sebuah daycare di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada 24 April 2026, setelah muncul dugaan praktik kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan sedikitnya 53 anak diduga menjadi korban, mayoritas berusia di bawah dua tahun. Sejumlah anak ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, termasuk dugaan tangan dan kaki diikat.

Kabid Humas Polda DIY menyebut kondisi yang ditemukan di lokasi sangat tidak layak. “Ada anak-anak yang diperlakukan tidak manusiawi, ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pura-pura Tanya Alamat, Jambret Gasak Tas Guru Berisi Emas Saat Mobil Mogok

Polisi turut mengamankan sekitar 30 orang untuk pemeriksaan. Hingga kini, 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari pengelola yayasan, kepala daycare, dan pengasuh. “Penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang cukup,” kata pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan, daycare tersebut diketahui tidak memiliki izin operasional. Pemerintah setempat langsung menghentikan seluruh aktivitasnya. “Tempat ini ilegal dan sudah kami tutup,” tegas pihak berwenang.

Baca Juga :  ART Jadi Dirut Perusahaan, Modus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Terungkap

Sementara itu, Dinas terkait memastikan korban mendapatkan pendampingan. “Anak-anak akan mendapat penanganan psikologis dan perlindungan,” ujarnya.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh kepolisian, sementara pemerintah daerah mulai melakukan pendataan ulang terhadap seluruh daycare guna mencegah kejadian serupa terulang.

Berita Terkait

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur dari Tim Hukum Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar
Dugaan Setoran Reklame Kota Jambi Mengemuka, Publik Pertanyakan PBG, Pajak, dan Ketegasan Pemkot
Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK Terungkap, Dipicu Dendam Asmara Tak Direstui
Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa
Hakim Soroti Warga Medan, Usai Beli Pertalite 25 Liter, Khawatir Perkara Ini Ada Yang Request
Rumah Pasutri Diduga Bandar Sabu Dikepung Emak-Emak di Tanjab Barat, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Peran Polisi P dan ASN N dalam Yayasan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:06 WIB

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur dari Tim Hukum Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar

Senin, 15 Juni 2026 - 15:24 WIB

Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK Terungkap, Dipicu Dendam Asmara Tak Direstui

Senin, 15 Juni 2026 - 12:56 WIB

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:34 WIB

Hakim Soroti Warga Medan, Usai Beli Pertalite 25 Liter, Khawatir Perkara Ini Ada Yang Request

Berita Terbaru