DPR Soroti Lambannya Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi, KNKT Diminta Segera Umumkan Hasil

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Proses investigasi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang hingga kini belum juga rampung menuai sorotan tajam dari DPR RI. Komisi V DPR mempertanyakan lambannya kinerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam mengungkap penyebab tragedi maut tersebut.

Kritik keras itu disampaikan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dalam rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (13/5/2026).

Menurut Lasarus, investigasi kecelakaan kereta seharusnya tidak memakan waktu terlalu lama karena seluruh bukti fisik, sistem persinyalan, hingga saksi masih tersedia dan mudah ditelusuri.

> “Ini kan bukan pesawat yang meledak,” tegas Lasarus saat rapat berlangsung.

Baca Juga :  Bekas Halte KA di Sidoarjo Disegel Warga Usai Viral Jadi Tempat Mesum Sesama Jenis

Ia menilai publik berhak mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan sejumlah penumpang tersebut. DPR pun mendesak KNKT segera menyelesaikan investigasi agar ada kepastian dan evaluasi terhadap sistem keselamatan transportasi kereta api nasional.

Rapat evaluasi terkait kecelakaan kereta di Bekasi Timur bahkan sempat ditunda lantaran hasil investigasi KNKT belum selesai. Ketidakhadiran Menteri Perhubungan dalam agenda rapat turut menjadi perhatian anggota dewan.

Menanggapi kritik DPR, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa tim investigasi masih mendalami berbagai data teknis, termasuk rekaman CCTV, komunikasi perjalanan kereta, sistem persinyalan, hingga data digital perjalanan kereta.

Baca Juga :  Diduga Dijual Ayah Kandung Rp20 Juta, Bayi 8 Bulan di Jambi Sempat Direbut Massa Bersenjata

Menurutnya, proses pembukaan dan analisis data digital menjadi salah satu faktor yang menyebabkan investigasi membutuhkan waktu lebih panjang.

Soerjanto menegaskan, investigasi KNKT bertujuan mencari akar penyebab kecelakaan dan menyusun rekomendasi keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang, bukan untuk menentukan pihak yang bersalah.

Diketahui, kecelakaan maut terjadi pada 27 April 2026 di wilayah Bekasi Timur. Insiden melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuterline tujuan Cikarang. Tragedi tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru