Jakarta – Polemik soal sumber anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu adu pernyataan antara Anggota DPR RI Adian Napitupulu dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Adian sebelumnya menantang Teddy untuk berdebat setelah Seskab membantah pernyataannya yang menyebut program MBG menggunakan anggaran pendidikan.
Tantangan tersebut kemudian direspons oleh Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman. Ia menyarankan agar Adian tidak perlu menantang Teddy, melainkan berdebat dengan pihak di internal DPR.
“Daripada menantang debat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sebaiknya Adian Napitupulu menantang debat dahulu Ketua Badan Anggaran sekaligus rekan separtainya, Buya Said Abdullah,” ujar Habiburokhman.
Ia bahkan menyindir Adian agar berdebat dengan dirinya sendiri sebagai anggota DPR yang turut menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Lebih menarik kalau Adian berdebat dengan dirinya sendiri selaku anggota DPR RI yang turut menyetujui APBN,” tambahnya.
Menurut Habiburokhman, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah telah membenarkan pernyataan Teddy terkait anggaran MBG. Ia menyebut pembahasan dan persetujuan anggaran program tersebut telah dilakukan bersama antara pemerintah dan DPR sejak 2025 hingga 2026 sebagaimana tercantum dalam APBN.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh fraksi di DPR, termasuk PDIP, telah menyetujui anggaran yang di dalamnya mencakup program MBG.
“Seluruh fraksi bulat termasuk Adian Napitupulu menyetujui APBN tahun 2025 dan 2026 yang di dalamnya menganggarkan MBG,” katanya.
Lebih lanjut, Habiburokhman mengingatkan agar para politikus tidak mencari panggung politik dengan berbagai cara. Menurutnya, nilai seorang politisi terletak pada keberpihakan kepada rakyat kecil serta konsistensi antara sikap dan ucapan.
“Nilai politisi ada pada keberpihakan kepada rakyat kecil serta konsistensi sikap dan ucapan, jangan karena nafsu cari panggung membuat kita membabi buta,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa masuknya program MBG dalam anggaran pendidikan memiliki dasar yang jelas, karena penerima manfaat program tersebut adalah para siswa yang merupakan bagian penting dari sistem pendidikan.
Selain itu, menurutnya tidak ada penghapusan alokasi penting dalam penganggaran MBG. Pemerintah disebut hanya menghilangkan kegiatan yang dinilai tidak efisien dan berpotensi menimbulkan korupsi di sektor tersebut.
Habiburokhman menilai program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat bermanfaat bagi anak-anak Indonesia. Karena itu, ia menegaskan bahwa saat ini yang terpenting adalah memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik.
“Sekarang tinggal kita awasi pelaksanaannya agar tidak terjadi penyimpangan,” pungkasnya.












