Hashim: Wajar Program Makan Bergizi Gratis Masih Ada Kelemahan di Awal Pelaksanaan

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Hashim Djojohadikusumo menilai berbagai kelemahan yang muncul dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan hal yang wajar, mengingat program tersebut baru pertama kali dijalankan secara masif di Indonesia.

Menurut Hashim, program berskala besar seperti MBG tentu menghadapi berbagai tantangan di tahap awal implementasi. Ia mengakui adanya sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari kasus keracunan makanan hingga temuan makanan yang tidak layak dikonsumsi.

“Kelemahan-kelemahan itu saya kira wajar karena ini program pertama kali dilaksanakan dalam skala besar,” ujar Hashim.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan hingga Tuntas

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai kekurangan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program ke depan bisa lebih baik dan tepat sasaran.

Hashim juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam distribusi dan penyediaan makanan, khususnya di tingkat daerah hingga desa. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga.

“Pengawasan harus diperkuat, terutama di tingkat bawah, agar tidak terjadi penyimpangan dan kualitas makanan tetap baik,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.

Baca Juga :  BGN Perintahkan SPPG Unggah Menu MBG Setiap Hari di Media Sosial

Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, sehingga membutuhkan kesiapan sistem distribusi dan pengawasan yang matang.

Hashim juga menyatakan bahwa kritik terhadap program MBG merupakan hal yang wajar dan perlu disikapi secara positif. Ia menilai masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan perbaikan ke depan.

“Kritik itu penting, selama sifatnya membangun. Ini jadi masukan agar program bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

PTPN IV Regional IV Buka Peluang Kerja Sama Strategis dengan Universitas Jambi
BGN Setop Pendaftaran Dapur Baru MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas Utama
Datangi Kejari Muaro Jambi, DPD PPWI Jambi Desak Penuntasan Dugaan Proyek Rp2,3 Miliar: Kejati Jambi Tegaskan Berkas Sudah Dilimpahkan
DPR Resmi Sahkan Revisi UU P2SK, Perkuat Pengawasan Keuangan hingga Atur Aset Kripto
Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi Program MBG
Kejagung Geledah Kantor BGN Dugaan Jual Beli Titik MBG
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk Sebagai Pengganti
Praperadilan Dikabulkan, PN Jakarta Selatan Perintahkan Polisi Lanjutkan Kasus Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:23 WIB

PTPN IV Regional IV Buka Peluang Kerja Sama Strategis dengan Universitas Jambi

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:24 WIB

Datangi Kejari Muaro Jambi, DPD PPWI Jambi Desak Penuntasan Dugaan Proyek Rp2,3 Miliar: Kejati Jambi Tegaskan Berkas Sudah Dilimpahkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:15 WIB

DPR Resmi Sahkan Revisi UU P2SK, Perkuat Pengawasan Keuangan hingga Atur Aset Kripto

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:45 WIB

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi Program MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:40 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN Dugaan Jual Beli Titik MBG

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Sony Sonjaya Siap Bongkar Nama-Nama Besar dalam Kasus Korupsi MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 10:45 WIB

Olahraga

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Akhiri Kutukan 38 Tahun

Sabtu, 6 Jun 2026 - 08:40 WIB

Hukum dan kriminal

Polda Jambi Periksa  Saksi Terkait Kebakaran Gudang Minyak di Kota Baru

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:31 WIB