JK Klarifikasi Polemik “Mati Syahid” saat Ceramah di Masjid UGM

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, angkat bicara terkait polemik pernyataannya mengenai istilah “mati syahid” yang disampaikan dalam ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.

Pernyataan tersebut sebelumnya menuai sorotan publik hingga dilaporkan ke pihak kepolisian oleh sejumlah pihak.

Dalam klarifikasinya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa penggunaan istilah “syahid” disesuaikan dengan konteks audiens yang merupakan jemaah Muslim di masjid.

“Saya ceramah di masjid. Kalau pakai istilah ‘martir’, jemaah tidak tahu. Jadi saya pakai istilah ‘syahid’. Itu sama saja artinya,” ujar Jusuf Kalla.

Baca Juga :  BGN Ungkap Modus “Ternak Yayasan” Kelola Banyak Dapur Program MBG

Ia menjelaskan, baik istilah “syahid” maupun “martir” memiliki makna yang serupa, yakni seseorang yang wafat dalam membela keyakinan atau nilai tertentu.

Ceramah tersebut disampaikan pada momentum Ramadan 2026 di lingkungan kampus UGM, Yogyakarta, dengan tema yang menyinggung konflik dan pentingnya menjaga perdamaian.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk memprovokasi atau membenarkan kekerasan, melainkan sebagai refleksi atas berbagai konflik yang pernah terjadi.

“Itu penjelasan tentang konflik, bukan mengajak atau membenarkan kekerasan. Justru agar kita belajar supaya konflik seperti di Ambon dan Poso tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Dimakamkan Secara Kenegaraan

Polemik muncul akibat perbedaan penafsiran terhadap istilah yang digunakan dalam ceramah tersebut. Namun, sejumlah pihak menilai konteks pernyataan Jusuf Kalla bersifat edukatif dan tidak bermuatan provokasi.

Tokoh lintas agama juga mengimbau agar persoalan ini disikapi secara bijak dan diselesaikan melalui dialog, bukan melalui jalur hukum.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, Jusuf Kalla berharap publik dapat memahami konteks sebenarnya dari pernyataannya, yakni sebagai upaya menyampaikan pesan perdamaian dan pembelajaran dari konflik masa lalu.

Berita Terkait

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex Naik per 18 April 2026
IKBI PTPN IV Tebar 1.500 Bibit Ikan Nila di Kerinci, Perkuat Ketahanan Pangan
Gelar “Gema Sedekah”, IKBI PTPN IV Santuni Yatim dan Perkuat Ketahanan Pangan di Kerinci
BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir
Pemerintah Larang Wisata Gajah Tunggang, Inpres Segera Terbit
Kemhan Luruskan Isu Akses Udara Militer AS: Masih Tahap Pembahasan, Jangan Terprovokasi
Anwar Usman Akui “Plong” Tinggalkan MK, Air Mata Haru Warnai Purnabakti
Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 21:12 WIB

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex Naik per 18 April 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

JK Klarifikasi Polemik “Mati Syahid” saat Ceramah di Masjid UGM

Sabtu, 18 April 2026 - 15:34 WIB

IKBI PTPN IV Tebar 1.500 Bibit Ikan Nila di Kerinci, Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 18 April 2026 - 15:22 WIB

Gelar “Gema Sedekah”, IKBI PTPN IV Santuni Yatim dan Perkuat Ketahanan Pangan di Kerinci

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir

Berita Terbaru