Prabowo: Pengusaha Indonesia Banyak Dosa, Era AI Bikin Penyimpangan Sulit Disembunyikan

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyindir pengusaha Indonesia saat membuka Musyawarah Nasional XVIII HIPMI di Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku mengenal banyak pengusaha senior HIPMI sejak lama sehingga memahami berbagai dinamika dunia usaha nasional.

Ia kemudian melontarkan sindiran yang mengundang tawa peserta. Menurutnya, banyak pengusaha memiliki “dosa” dari praktik bisnis masa lalu.

“Dosa-dosa masa lalu ya sudahlah. Kita tutup, kita bangkit ke depan. Jangan diulangi lagi,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Bea Cukai Ingatkan: Warga Hisap Rokok Ilegal Bisa Dipenjara 5 Tahun

Prabowo menegaskan era teknologi dan kecerdasan buatan membuat berbagai penyimpangan semakin mudah terdeteksi oleh aparat penegak hukum.

Menurutnya, dokumen tebal dan kontrak bisnis yang rumit kini dapat dianalisis cepat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Karena itu, ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak lagi mencari celah pelanggaran yang berpotensi merugikan negara.

Prabowo menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Kantor Desa Teluk Langkap Tak Berpenghuni, Kades (KANDI) Bungkam ketika Awak Media meminta konfirmasi dan Klarifikasi

Ia juga mengajak pengusaha memperkuat semangat nasionalisme ekonomi dengan mengutamakan kepentingan bangsa dalam setiap keputusan bisnis.

Menurut Prabowo, negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan China berhasil berkembang karena didukung nasionalisme ekonomi kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana santai, namun mengandung pesan tegas mengenai kepatuhan hukum dan tata kelola usaha. :::

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru