Prabowo Saksikan Penyelamatan Uang Negara Rp10,27 Triliun, Tegaskan Kekayaan Negara Harus Kembali ke Rakyat

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara senilai Rp10,27 triliun di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dana tersebut berasal dari hasil penertiban dan penyelamatan aset negara yang dilakukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada pemerintah di hadapan Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa langkah penyelamatan aset negara bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah menjaga kekayaan negara agar kembali dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Kapus dan Bendahara Puskesmas Kebun IX Ditahan Kejari Muaro Jambi Terkait Korupsi Dana BOK dan TPP

“Kita buktikan kepada rakyat bahwa kita bertekad mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara,” tegas Prabowo dalam sambutannya.

Selain menyerahkan uang senilai Rp10,27 triliun, Satgas PKH juga berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas sekitar 2,37 juta hektare dari penguasaan yang tidak sesuai aturan, termasuk dari sektor perkebunan sawit dan pertambangan.

Presiden menyebut dana triliunan rupiah tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan publik, salah satunya renovasi ribuan fasilitas kesehatan di Indonesia.

“Rp10 triliun itu bisa untuk memperbaiki sekitar 5.000 puskesmas,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Miris!!Potret pendidikan SDN 232 Muaro Jambi, Belajar Bergantian di Gedung Rapuh

Ia juga mengungkapkan pemerintah masih terus melakukan penertiban terhadap aset dan dana negara lainnya yang belum tertata dengan baik. Bahkan, pemerintah menargetkan tambahan penerimaan negara hingga puluhan triliun rupiah dalam waktu dekat.

Menurut Prabowo, pada bulan depan negara diperkirakan kembali menerima tambahan sekitar Rp49 triliun dari rekening dan aset yang selama ini belum terkelola secara optimal.

Langkah penyelamatan aset negara ini disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat keuangan negara sekaligus memastikan kekayaan nasional benar-benar digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Berita Terkait

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?
Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan
Bau Skandal Reklame Kota Jambi : Dugaan Kongkalikong Perizinan dan Pajak Menguat
Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Jika Jadi Inisiatif DPR Maupun Pemerintah
Prabowo: Pengusaha Indonesia Banyak Dosa, Era AI Bikin Penyimpangan Sulit Disembunyikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:21 WIB

Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?

Senin, 15 Juni 2026 - 09:55 WIB

KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:03 WIB

Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:15 WIB

Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB