Teh Royal Premium Kayu Aro, Warisan Teh Legendaris Jambi yang Mendunia

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

JAMBI — Produk Teh Royal Premium Kayu Aro kembali menjadi perhatian pecinta teh nusantara. Teh unggulan produksi PTPN IV Regional 4 ini dikenal memiliki cita rasa khas, aroma kuat, dan kualitas premium yang telah lama menembus pasar internasional.

Produk Produksi PTPN IV Regional 4

Teh Kayu Aro berasal dari kawasan perkebunan teh di kaki Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Perkebunan ini dikenal sebagai salah satu kebun teh tertinggi di Indonesia dan telah beroperasi sejak masa kolonial Belanda.

Baca Juga :  Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang, Kisah Nayla Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi “Pramugari Sapi”

Produk Teh Royal Premium menjadi salah satu varian andalan yang dipasarkan PTPN IV Regional 4. Selain tersedia di berbagai marketplace online, produk ini juga sempat hadir di pusat perbelanjaan M-Block Market Jambi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan teh khas Kayu Aro tersebut.

Teh Kayu Aro dikenal memiliki warna merah pekat alami tanpa bahan pewarna serta aroma teh yang kuat dan segar. Bahkan, kualitas tehnya disebut pernah menjadi konsumsi kalangan bangsawan Eropa dan pasar ekspor premium dunia.

Baca Juga :  Dugaan Permainan Bawah Tangan PUTR Dengan Vendor Reklame : Izin, Pajak dan Jumlah Objek Dipertanyakan

Tak hanya teh hitam premium, PTPN IV Regional 4 juga memproduksi White Tea atau teh putih premium yang dipasarkan secara terbatas karena proses produksinya yang rumit dan menggunakan pucuk teh pilihan terbaik.

Saat ini, Teh Kayu Aro terus dikembangkan sebagai produk unggulan daerah sekaligus ikon perkebunan teh legendaris asal Jambi yang tetap eksis di tengah persaingan pasar modern.

Berita Terkait

Teh Kayu Aro: Warisan Dunia yang Dikelola  PTPN IV Regional IV
Teh Kayu Aro PTPN IV Citarasa Mendunia
KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Pengembangan Kasus OTT Bupati Kuansing
Proyek “Penyelamat” Air Bersih Diduga Jadi Monumen Mangkrak: Ada Apa dengan Depot Pompa PDAM Tangkit Baru?
Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela
Mendag Pastikan HET MinyaKita Tetap Rp15.700 per Liter
Kadis DPMPTSP Kota Jambi Disorot: Penegak Regulasi atau Pembela Pengusaha Reklame Tanpa PBG?
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

Teh Kayu Aro: Warisan Dunia yang Dikelola  PTPN IV Regional IV

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:09 WIB

Teh Kayu Aro PTPN IV Citarasa Mendunia

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:57 WIB

KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Antoni dalam Pengembangan Kasus OTT Bupati Kuansing

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:13 WIB

Proyek “Penyelamat” Air Bersih Diduga Jadi Monumen Mangkrak: Ada Apa dengan Depot Pompa PDAM Tangkit Baru?

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:54 WIB

Antrean Solar Mengular Akibat Praktik Pelangsir, Polres Merangin Diduga sengaja Biarkan Sindikat BBM Bersubsidi Merajalela

Berita Terbaru