Update Harga LPG Non-Subsidi April 2026, Pertamina Pastikan Stabil di Seluruh Provinsi

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi– Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg dilaporkan masih stabil di seluruh wilayah Indonesia hingga April 2026. PT Pertamina (Persero) memastikan belum ada penyesuaian harga untuk produk Bright Gas sejak penetapan terakhir.

Berdasarkan pembaruan data yang dihimpun dari laporan Kompas.com, harga LPG non-subsidi berbeda di tiap wilayah, menyesuaikan biaya distribusi dan jarak pengiriman.

Untuk wilayah Sumatera, termasuk Jambi, harga LPG ditetapkan sebesar Rp94.000 untuk tabung 5,5 kg dan Rp194.000 untuk tabung 12 kg. Sementara di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga sedikit lebih rendah yakni Rp90.000 (5,5 kg) dan Rp192.000 (12 kg).

Baca Juga :  Praperadilan Dikabulkan, PN Jakarta Selatan Perintahkan Polisi Lanjutkan Kasus Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Adapun di Kalimantan dan sebagian Sulawesi, harga LPG tercatat Rp97.000 untuk 5,5 kg dan Rp202.000 untuk 12 kg.

Harga tertinggi berada di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua yang mencapai Rp117.000 (5,5 kg) dan Rp249.000 (12 kg).

Pihak Pertamina menegaskan bahwa harga tersebut merupakan harga resmi di tingkat agen dan dapat berbeda di tingkat pengecer. “Harga yang ditetapkan merupakan harga acuan di agen resmi. Di lapangan, harga bisa menyesuaikan dengan kondisi distribusi masing-masing daerah,” ujar perwakilan Pertamina dalam keterangannya.

Baca Juga :  Resmi Berlaku! Beli BBM Subsidi Kini Dibatasi 50 Liter per Hari, Wajib Pakai Barcode MyPertamina

Lebih lanjut, Pertamina juga memastikan ketersediaan stok LPG dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami memastikan distribusi LPG berjalan lancar dan stok dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Perbedaan harga antarwilayah sendiri dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama biaya logistik dan jarak distribusi dari terminal pengisian hingga ke konsumen.

Dengan belum adanya penyesuaian terbaru, harga LPG non-subsidi saat ini masih mengacu pada kebijakan yang telah berlaku sejak beberapa tahun terakhir.

Berita Terkait

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan
Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan
Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?
KPK Panggi Fuad Bos Maktour Di Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?
Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan
Bau Skandal Reklame Kota Jambi : Dugaan Kongkalikong Perizinan dan Pajak Menguat
Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Jika Jadi Inisiatif DPR Maupun Pemerintah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kejagung Setorkan Rp1,02 Triliun Hasil Lelang dan Pemulihan Aset ke Kementerian Keuangan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gelar Demo Besar di Jakarta, Sejumlah BEM dan Serikat Mahasiswa Turun ke Jalan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:21 WIB

Polemik Jalan Wong Kito : PU Klaim 451 Meter Dengan Anggaran Rp. 2, 34 Milliar Tuai Pertanyaan, Ribut Beton Atau Rabat beton, Kapan Lelangnya ?

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:03 WIB

Videotron VR9 Diduga Tak Berizin, Pajaknya Dibayar Lebih Murah dari Billboard?

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:15 WIB

Dugaan Korupsi Pajak Reklame Kota Jambi: Ketika Pengawasan Antar Instansi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB