JAKARTA – Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan oknum anggota polisi di Jambi memasuki babak baru. Ibu korban bersama anaknya akhirnya bertolak ke Jakarta untuk menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Rabu (15/4/2026).
Langkah ini diambil setelah pihak keluarga merasa penanganan kasus di daerah belum memberikan rasa keadilan. Mereka berharap, dengan pendampingan hukum dari tim Hotman Paris Hutapea, kasus tersebut dapat diusut secara tuntas melalui jalur pidana.
Ibu korban mengungkapkan, dirinya rela menempuh perjalanan panjang dari Jambi ke Jakarta demi mencari keadilan bagi anaknya.
“Kami datang jauh-jauh ke Jakarta hanya ingin keadilan. Kami berharap kasus ini diproses secara hukum, bukan hanya etik,” ujarnya.
Korban yang diketahui merupakan calon anggota polisi (Polwan) diduga mengalami tindakan asusila yang melibatkan oknum aparat. Bahkan, dalam perkembangan kasus, muncul dugaan adanya pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut namun tidak melakukan pencegahan.
Keluarga korban menilai penanganan perkara ini seharusnya tidak berhenti pada sanksi internal semata. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum memproses kasus ini secara pidana sesuai aturan yang berlaku.
“Kami ingin pelaku dihukum setimpal. Jangan sampai kasus seperti ini hanya diselesaikan secara internal,” tambah pihak keluarga.
Pertemuan dengan Hotman Paris Hutapea dijadwalkan untuk menyerahkan kronologi lengkap serta sejumlah bukti yang dimiliki keluarga.
Diharapkan, langkah ini dapat membuka jalan bagi pengusutan kasus secara transparan dan profesional.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan berpotensi menarik perhatian nasional, mengingat dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam tindak pidana serius tersebut.












