Ibu dan Korban Dugaan Pemerkosaan Oknum Polisi Jambi Temui Hotman Paris Hutapea di Jakarta, Harap Keadilan Ditegakkan

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan oknum anggota polisi di Jambi memasuki babak baru. Ibu korban bersama anaknya akhirnya bertolak ke Jakarta untuk menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Rabu (15/4/2026).

Langkah ini diambil setelah pihak keluarga merasa penanganan kasus di daerah belum memberikan rasa keadilan. Mereka berharap, dengan pendampingan hukum dari tim Hotman Paris Hutapea, kasus tersebut dapat diusut secara tuntas melalui jalur pidana.

Ibu korban mengungkapkan, dirinya rela menempuh perjalanan panjang dari Jambi ke Jakarta demi mencari keadilan bagi anaknya.

Baca Juga :  Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar

“Kami datang jauh-jauh ke Jakarta hanya ingin keadilan. Kami berharap kasus ini diproses secara hukum, bukan hanya etik,” ujarnya.

Korban yang diketahui merupakan calon anggota polisi (Polwan) diduga mengalami tindakan asusila yang melibatkan oknum aparat. Bahkan, dalam perkembangan kasus, muncul dugaan adanya pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut namun tidak melakukan pencegahan.

Keluarga korban menilai penanganan perkara ini seharusnya tidak berhenti pada sanksi internal semata. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum memproses kasus ini secara pidana sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Luthfi Bantah Bersama Fadia Saat OTT KPK

“Kami ingin pelaku dihukum setimpal. Jangan sampai kasus seperti ini hanya diselesaikan secara internal,” tambah pihak keluarga.

Pertemuan dengan Hotman Paris Hutapea dijadwalkan untuk menyerahkan kronologi lengkap serta sejumlah bukti yang dimiliki keluarga.

Diharapkan, langkah ini dapat membuka jalan bagi pengusutan kasus secara transparan dan profesional.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan berpotensi menarik perhatian nasional, mengingat dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam tindak pidana serius tersebut.

Berita Terkait

44 SPJ Perjalanan Dinas DPRD Muaro Jambi Diduga Fiktif, APH Diminta Turun Tangan
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan
Diduga Lecehkan Biduan Berinisial E, Pemilik Orgen Tunggal Inisial B Belum Berikan Clarifikasi
Dua Penambang Emas Ilegal di Lahan Pemkab Merangin Ditangkap Polisi
Diduga Pelecehan Seksual oleh Salah Satu Pemilik Orgen Tunggal Sungai Rengas, Kab.Batang Hari
Diduga Tak Kunjung Ditindak APH, Warga Puntikalo Tebo Nekat Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal
5 Oknum Polisi Dipecat Terkait Kematian Brigadir Eko di Tanjabtim, Motif dan Hasil Autopsi Masih Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:32 WIB

44 SPJ Perjalanan Dinas DPRD Muaro Jambi Diduga Fiktif, APH Diminta Turun Tangan

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Biduan Asal Jambi Berinisial E Resmi Laporkan Pemilik Orgen Tunggal Inisial B, ke Polres BatangHari Terkait Dugaan Pelecehan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Diduga Lecehkan Biduan Berinisial E, Pemilik Orgen Tunggal Inisial B Belum Berikan Clarifikasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Dua Penambang Emas Ilegal di Lahan Pemkab Merangin Ditangkap Polisi

Berita Terbaru