Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Langsung Ditahan Usai OTT

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Bupati Muara Enim, Edison, resmi mengenakan rompi oranye tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.

Edison keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.21 WIB, Selasa (9/6/2026). Ia tampak mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan tangan terborgol sebelum digiring menuju mobil tahanan.

Penahanan tersebut merupakan tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Sumatera Selatan pada Senin (8/6/2026). Dalam operasi itu, penyidik mengamankan sepuluh orang dan kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris Bungkam soal Dugaan Permintaan Fee Rp2,5 Miliar di Sidang Korupsi DAK

Selain Edison, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Abi Nurwardani, keponakan bupati, Adi Triyadi, serta pihak swasta, Cory Erin Hardi, sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Ketiga tersangka dari unsur pemerintah daerah keluar bersamaan dari ruang pemeriksaan KPK sekitar pukul 16.22 WIB dengan mengenakan rompi tahanan oranye. Mereka tidak memberikan keterangan kepada wartawan saat digiring petugas menuju rumah tahanan KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya mengonfirmasi bahwa para tersangka berasal dari unsur penyelenggara negara dan pihak swasta yang diduga terlibat dalam praktik suap serta gratifikasi proyek pengadaan.

Baca Juga :  Sony Sonjaya Siap Bongkar Nama-Nama Besar dalam Kasus Korupsi MBG

Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dan saldo rekening dengan nilai hampir Rp2 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyeret kepala daerah aktif yang baru beberapa bulan menjalani masa kepemimpinannya di Kabupaten Muara Enim. Penyidikan KPK masih terus berlangsung untuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Berita Terkait

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur dari Tim Hukum Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar
Dugaan Setoran Reklame Kota Jambi Mengemuka, Publik Pertanyakan PBG, Pajak, dan Ketegasan Pemkot
Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK Terungkap, Dipicu Dendam Asmara Tak Direstui
Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa
Hakim Soroti Warga Medan, Usai Beli Pertalite 25 Liter, Khawatir Perkara Ini Ada Yang Request
Rumah Pasutri Diduga Bandar Sabu Dikepung Emak-Emak di Tanjab Barat, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Peran Polisi P dan ASN N dalam Yayasan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:06 WIB

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur dari Tim Hukum Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar

Senin, 15 Juni 2026 - 19:06 WIB

Dugaan Setoran Reklame Kota Jambi Mengemuka, Publik Pertanyakan PBG, Pajak, dan Ketegasan Pemkot

Senin, 15 Juni 2026 - 15:24 WIB

Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK Terungkap, Dipicu Dendam Asmara Tak Direstui

Senin, 15 Juni 2026 - 12:56 WIB

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Berita Terbaru