Saksi Ungkap Kuatnya Pengaruh Stafsus Nadiem Makarim, Pejabat Eselon Disebut Takut

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Fakta baru terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi saat dipimpin Nadiem Makarim.

Seorang saksi menyebut staf khusus (stafsus) menteri memiliki pengaruh yang sangat kuat hingga membuat pejabat eselon di kementerian tersebut merasa takut.

Dalam persidangan, saksi menjelaskan bahwa “power” para stafsus begitu dominan dalam proses pengambilan keputusan. Bahkan pejabat setingkat direktur jenderal dan eselon I disebut tidak berani menolak atau mempertanyakan arahan yang datang dari staf khusus tersebut.

Baca Juga :  BI Blokir Sementara Akses Mobile Banking dan ATM Bank Jambi, Ini Penjelasannya

Menurut saksi, kondisi itu membuat sejumlah pejabat birokrasi di kementerian menjadi kelimpungan saat menjalankan tugas. Mereka berada dalam posisi sulit karena kebijakan yang datang dari lingkaran staf khusus dinilai sangat menentukan arah berbagai program kementerian.

Baca Juga :  Amsal Sitepu Bebas Usai Ditangguhkan Penahanannya, tapi !!!

Kesaksian tersebut muncul dalam sidang yang mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan perangkat laptop Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan. Proyek tersebut sebelumnya menuai sorotan karena nilai anggarannya mencapai triliunan rupiah.

Pengadilan masih terus mendalami berbagai keterangan saksi untuk mengungkap peran sejumlah pihak dalam proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan proyek digitalisasi pendidikan tersebut.

Berita Terkait

WNA Malaysia Laporkan Oknum Protokol Pemprov Jambi, Klaim Rugi Rp210 Juta
Ibu dan Korban Dugaan Pemerkosaan Oknum Polisi Jambi Temui Hotman Paris Hutapea di Jakarta, Harap Keadilan Ditegakkan
Rp16 Miliar Disita KPK! Diduga untuk “Kondisikan” Pansus Haji, Nama Yaqut Terseret
Buntut Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Danke Rajagukguk Resmi Diganti
Kilasan Kasus Yai Mim: Dari Konflik Tetangga, Jadi Tersangka Pornografi hingga Meninggal Dunia
Bea Cukai Jambi Diduga Tak Berdaya Hadapi Mafia Rokok, Hanya Berani Razia Toko Kecil
Kerugian Haji Ilegal Capai Rp92,64 Miliar, Polri Bentuk Satgas Khusus Berantas Penipuan
Jambi Darurat Debt Collector, LBH PKN Desak Polisi dan OJK Bertindak Tegas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:14 WIB

WNA Malaysia Laporkan Oknum Protokol Pemprov Jambi, Klaim Rugi Rp210 Juta

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

Ibu dan Korban Dugaan Pemerkosaan Oknum Polisi Jambi Temui Hotman Paris Hutapea di Jakarta, Harap Keadilan Ditegakkan

Selasa, 14 April 2026 - 08:34 WIB

Buntut Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Danke Rajagukguk Resmi Diganti

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Kilasan Kasus Yai Mim: Dari Konflik Tetangga, Jadi Tersangka Pornografi hingga Meninggal Dunia

Senin, 13 April 2026 - 19:03 WIB

Bea Cukai Jambi Diduga Tak Berdaya Hadapi Mafia Rokok, Hanya Berani Razia Toko Kecil

Berita Terbaru