Jakarta – Fakta baru terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi saat dipimpin Nadiem Makarim.
Seorang saksi menyebut staf khusus (stafsus) menteri memiliki pengaruh yang sangat kuat hingga membuat pejabat eselon di kementerian tersebut merasa takut.
Dalam persidangan, saksi menjelaskan bahwa “power” para stafsus begitu dominan dalam proses pengambilan keputusan. Bahkan pejabat setingkat direktur jenderal dan eselon I disebut tidak berani menolak atau mempertanyakan arahan yang datang dari staf khusus tersebut.
Menurut saksi, kondisi itu membuat sejumlah pejabat birokrasi di kementerian menjadi kelimpungan saat menjalankan tugas. Mereka berada dalam posisi sulit karena kebijakan yang datang dari lingkaran staf khusus dinilai sangat menentukan arah berbagai program kementerian.
Kesaksian tersebut muncul dalam sidang yang mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan perangkat laptop Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan. Proyek tersebut sebelumnya menuai sorotan karena nilai anggarannya mencapai triliunan rupiah.
Pengadilan masih terus mendalami berbagai keterangan saksi untuk mengungkap peran sejumlah pihak dalam proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan proyek digitalisasi pendidikan tersebut.












