Prabowo Kecam Keras Laporan Palsu, Rocky Gerung: Beberapa Menteri Ketahuan Ngibul

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto sudah memperingatkan bawahannya agar tidak memberikan laporan palsu yang hanya bertujuan untuk membuatnya senang.

Peringatan itu disampaikan Prabowo saat acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu, (11/3/2026).

“Saya susah dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan yang benar, jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini,” kata Prabowo.

Pengamat politik Rocky Gerung menduga peringatan keras disampaikan sang kepala negara setelah dia mengetahui bahwa sejumlah menterinya berbohong.

“Saya duga Prabowo dapat bocoran bahwa selama ini beberapa menteri ngibul. Sangat mungkin Presiden mencurigai dari awal karena masyarakat sudah teriak bahwa gross [domestic product] enam persen, gross 5 persen itu bohong,” kata Rocky di kanal YouTube miliknya, Jumat, (13/3/2026).

Baca Juga :  Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng, Wafat di Usia 100 Tahun

Rocky lalu menyentil sejumlah data yang menurutnya tidak tepat. Salah satunya data tentang pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Misalnya data PHK itu disebut 100.000. Itu data BPS juga bohong, tuh. Karena untuk dapat data yang benar, tanya pada Apindo karena mereka yang melakukan PHK. Mereka mungkin bilang ini kalau datanya 100.000, dikali tiga saja. Artinya 300.000 PHK,” ucap Rocky.

Menurut mantan staf pengajar Universitas Indonesia itu, data-data lain yang patut dipertanyakan adalah data perumahan rakyat hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rocky menduga Prabowo pasti marah karena dapat bisikan bahwa sebagian menterinya hanya ingin dia senang. Prabowo, menurut Rocky, tidak mungkin tiba-tiba marah tanpa ada fakta yang diketahuinya.

Baca Juga :  Hashim: Wajar Program Makan Bergizi Gratis Masih Ada Kelemahan di Awal Pelaksanaan

Dia merasa mantan Danjen Kopassus itu ingin kembali kepada rasionalitas sehingga data-data harus disampaikan secara jujur. Di sisi lain, para menteri membaca kondisi psikologis Prabowo sehingga memilih memalsukan data.

“Ketua-ketua partai yang rawan di-reshuffle dalam kabinet pasti memuji-muji. Demikian juga mereka yang merasa bahwa akan ada perombakan kebijakan, akan ada kejujuran dalam komunikasi politik, mereka justru yang ketakutan,” ucap Rocky.

“Coba bayangkan bahwa Prabowo akhirnya mengerti bahwa ada juga pembohong di kabinetnya,” kata dia sembari tertawa.

 

Berita Terkait

Update Harga LPG Non-Subsidi April 2026, Pertamina Pastikan Stabil di Seluruh Provinsi
Hashim: Wajar Program Makan Bergizi Gratis Masih Ada Kelemahan di Awal Pelaksanaan
Masih Banyak Disalahpahami, Ini Perbedaan Sertifikasi Halal dan Syariah
Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex Naik per 18 April 2026
JK Klarifikasi Polemik “Mati Syahid” saat Ceramah di Masjid UGM
IKBI PTPN IV Tebar 1.500 Bibit Ikan Nila di Kerinci, Perkuat Ketahanan Pangan
Gelar “Gema Sedekah”, IKBI PTPN IV Santuni Yatim dan Perkuat Ketahanan Pangan di Kerinci
BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:36 WIB

Update Harga LPG Non-Subsidi April 2026, Pertamina Pastikan Stabil di Seluruh Provinsi

Senin, 20 April 2026 - 10:32 WIB

Hashim: Wajar Program Makan Bergizi Gratis Masih Ada Kelemahan di Awal Pelaksanaan

Senin, 20 April 2026 - 10:30 WIB

Masih Banyak Disalahpahami, Ini Perbedaan Sertifikasi Halal dan Syariah

Sabtu, 18 April 2026 - 21:12 WIB

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex Naik per 18 April 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

JK Klarifikasi Polemik “Mati Syahid” saat Ceramah di Masjid UGM

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Ketua Golkar Maluku Tewas Ditikam di Bandara, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:49 WIB