Krisis Sampah di Pusat Pemerintahan Muaro Jambi, DPRD Soroti Kinerja DLH – Kadis Sebut Kendala BBM Sudah Tuntas

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARO JAMBI — Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menuai sorotan tajam. Sampah rumah tangga bercampur plastik dan sisa makanan terlihat menumpuk hingga ke badan jalan, menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas pegawai maupun pengendara yang melintas.
Kondisi tersebut terjadi tak jauh dari kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi, bahkan berada di pusat jantung pemerintahan daerah. Warga menilai situasi ini ironis, karena kawasan yang seharusnya menjadi contoh dalam pengelolaan kebersihan justru dipenuhi sampah.
Seorang pengendara yang kerap melintas mengaku terganggu dengan bau yang menyengat.
“Baunya menyengat sekali. Kalau lewat harus tutup hidung,” ujarnya.
DPRD Kritik Keras Kinerja DLH
Sorotan keras datang dari Ulil Amri, anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi PAN. Ia menilai penanganan persoalan sampah tersebut menunjukkan lemahnya respons dan inisiatif dari pihak terkait.
Dalam pernyataannya, Ulil menyebut:
“Low respons, tidak ada inisiatif. Seharusnya lebih baik dari pejabat sebelumnya. Ini justru terkesan pembiaran.”
Ia mempertanyakan kinerja pengelolaan sampah oleh DLH, terlebih lokasi penumpukan berada di pusat pemerintahan. Menurutnya, jika di kawasan inti saja tidak tertangani dengan baik, maka dikhawatirkan kondisi di wilayah lain bisa lebih parah.
Ulil juga meminta agar Bupati melakukan evaluasi apabila persoalan serupa terus berulang dan tidak ada langkah cepat dari instansi teknis.
Kadis LH: Terkendala BBM Akibat Sistem Non Tunai
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pengangkutan sampah terjadi akibat kendala teknis operasional, khususnya terkait bahan bakar minyak (BBM) armada pengangkut.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan:
“Terkendala BBM karena proses kerja sama dengan SPBU sebelumnya tunai dan sekarang non tunai. Lambat proses transfer dari Bank Jambi. Alhamdulillah sudah terselesaikan.”
Menurutnya, peralihan sistem pembayaran BBM dari tunai ke non tunai menyebabkan keterlambatan proses transfer dana, sehingga armada truk sampah sempat tidak bisa beroperasi maksimal.

Baca Juga :  Kepala Ombudsman Jambi Berang, Desak Direktur RSUD Sultan Thaha Tebo Mundur

Berita Terkait

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Diduga Pelecehan Seksual oleh Salah Satu Pemilik Orgen Tunggal Sungai Rengas, Kab.Batang Hari
Pamit Mandi di Sungai, Warga Lubuk Pinang Mukomuko Ditemukan Tewas Tenggelam
Dinas Pendidikan Tebo Ditemukan Bermasalah dalam Pengadaan Buku Dana BOS Rp8,77 Miliar
DPMPTSP Kota Jambi Turun Cek Gudang Depo A Plus yang Disorot Diduga Langgar GSB 
3 Jam Sambangi Habib Abubakar Haddad, Sekretaris PBB Muaro Jambi: “Seperti Guru dan Murid”
Masyarakat Desak Inspektorat Periksa Kades, Bangunan Beranggaran Besar di Muaro Jambi Roboh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Diduga Pelecehan Seksual oleh Salah Satu Pemilik Orgen Tunggal Sungai Rengas, Kab.Batang Hari

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Pamit Mandi di Sungai, Warga Lubuk Pinang Mukomuko Ditemukan Tewas Tenggelam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Dinas Pendidikan Tebo Ditemukan Bermasalah dalam Pengadaan Buku Dana BOS Rp8,77 Miliar

Berita Terbaru