Pesan Rismon ke Roy Suryo & Tifa: Lebih Baik Dianggap Pengkhianat Daripada Sembunyikan Kebenaran

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar memberikan pesan kepada dua rekannya yakni Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang hingga kini masih menilai bahwa ijazah Jokowi palsu.

Sementara itu, Rismon kini sudah berbalik arah dan mengakui bahwa ijazah Jokowi yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah asli.

Keyakinan Rismon akan keaslian ijazah Jokowi ini pun diungkapnya setelah menemukan temuan baru dalam penelitian ijazah Jokowi ini.

Hasil temuan baru Rismon pada ijazah Jokowi tersebut juga telah disampaikan Rismon kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (11/3/2026).

Atas dasar itulah, Rismon kemudian meminta kedua rekannya yang dulu tergabung dalam RRT atau Roy, Rismon, Tifa itu untuk jangan menyembunyikan kebenaran.

Menurut Rismon, lebih baik mengungkap kebenaran meskipun di awal harus dicap sebagai pengkhianat.

Karena menurut Rismon sebuah kebenaran tetap harus diungkapkan.

“Jangan sembunyikanlah. Ayolah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan,” kata Rismon usai bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wapres Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026), dilansir Kompas TV.

Rismon kemudian mengungkit pernyataan Roy Suryo dan Tifa soal tidak adanya watermarks dan embos di ijazah Jokowi.

Baca Juga :  Vonis Kasus Pembunuhan Talang Bakung, Dede Maulana Dihukum 19 Tahun

Menurut Rismon, di ijazah Jokowi itu sudah terdapat watermarks dan embos. Hal ini pun telah dicek Rismon berkali-kali dengan berbagai metode penelitian.

“Ya, keberadaan itu, keberadaan fitur-fitur dalam dokumen itu selalu dikatakan tidak ada embos, tidak ada watermarks. Saya sudah lakukan cross check dengan puluhan metode dan ada,” jelas Rismon.

Terbuka Demonstrasikan Penelitiannya ke Roy Suryo dan Tifa

Rismon mengaku terbuka mengundang Roy Suryo dan Tifa untuk mendemonstrasikan metode penelitian yang ia gunakan hingga bisa menyimpulkan ijazah Jokowi asli.

Rismon juga mengajak Roy Suryo dan Tifa untuk sama-sama mengedukasi publik.

“Atau saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan. Saya akan demonstrasikan metode saya. Bagaimana pencahayaan dengan sudut tertentu bisa menghilangkan warna tertentu yang secara kromatik atau nilai integer dekat dengan warna lain.”

“Contoh stempel yang kita analisa tidak ada. Saya rekonstruksi stempel yang warnanya gelap. Ketika ditimpa dengan warna hitam, maka secara kromatik nilainya dekat. Kalau dirotasi dengan cahaya tertentu, bagian itu bisa hilang. Ayolah edukasi, educate the public,” jelas Rismon.

Pakar Informatika itu menyebut, lebih baik ia tak mendapat sorak sorai dukungan dan dihina atau dicaci daripada harus menyembunyikan kebenaran.

Baca Juga :  ART Jadi Dirut Perusahaan, Modus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Terungkap

Rismon juga menegaskan bahwa seseorang yang mengaku sebagai peneliti, maka seharusnya ia bisa terbuka menerima hasil penelitian baru, bukan malah menghina atau mencibir.

“Saya lebih baik enggak disorak-soraki. Lebih baik saya dihina, dicaci sebagai pengkhianat daripada saya harus enggak bisa tidur (karena sembunyikan kebenaran).”

“Oleh karena itu, kalau ada yang meragukan, terutama saudara saya Pak Roy Suryo dan Bu Tifa, mau secara private maupun secara publik, saya siap mendemonstrasikan metode saya dengan cara fair, terbuka. Open source sama seperti buku Jokowi’s White Paper.”

“Itu pertanggungjawaban seorang yang mengaku peneliti, seorang yang berdasarkan statementnya, berdasarkan objektivitas penelitian, maka seharusnya terbuka terhadap hasil-hasil baru Jangan langsung dicibir. Pengkhianatlah, pengecutlah.”

“Kalau begitu maka saya bisa berpikir jauh bahwa kalian punya motif lain. Kalau motifnya mencari kebenaran berdasarkan pengetahuan sains, kemampuan sains, open minded. Harusnya open minded.”

“Telepon saya, hubungi pengacara saya, kita akan bertemu terbuka maupun tertutup. Itu aja. Tetapi kalau hanya mencibir-mencibir seperti itu, suatu saat publik juga akan muak dan lebih percaya tulisan saya,” tegas Rismon.

Berita Terkait

Kasus Santriwati Jepara Memanas, Istri Tersangka Laporkan Korban Dugaan Pencabulan
Sony Sonjaya Siap Bongkar Nama-Nama Besar dalam Kasus Korupsi MBG
KPK Geledah Rumah Silmy Karim di Brawijaya, Buru Bukti Tambahan Kasus Korupsi Imigrasi
Polda Jambi Periksa  Saksi Terkait Kebakaran Gudang Minyak di Kota Baru
6 Pelaku Narkoba Ditangkap Polres Merangin, Kabar Keterlibatan Anak Pejabat Pemprov Jambi Jadi Sorotan
Preman Kakak Beradik Penendang Perut Wanita Hamil di Deli Serdang Jadi Tersangka
KPK Ungkap Dugaan Silmy Karim Terima Rp100 Juta Setiap Pekan dari Pengurusan Izin WNA
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Dihukum 4,5 Tahun dan Denda Rp 200 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:30 WIB

Kasus Santriwati Jepara Memanas, Istri Tersangka Laporkan Korban Dugaan Pencabulan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:45 WIB

Sony Sonjaya Siap Bongkar Nama-Nama Besar dalam Kasus Korupsi MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:45 WIB

KPK Geledah Rumah Silmy Karim di Brawijaya, Buru Bukti Tambahan Kasus Korupsi Imigrasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:31 WIB

Polda Jambi Periksa  Saksi Terkait Kebakaran Gudang Minyak di Kota Baru

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:31 WIB

6 Pelaku Narkoba Ditangkap Polres Merangin, Kabar Keterlibatan Anak Pejabat Pemprov Jambi Jadi Sorotan

Berita Terbaru