65 Tahun Jualan Cilok, Mislicha Akhirnya Naik Haji dari Tabungan Rp10 Ribu per Hari

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan – Kisah inspiratif datang dari seorang pedagang cilok lanjut usia, Mislicha Kasib (85), warga Bugul Kidul, Kota Pasuruan, yang akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji setelah puluhan tahun menabung dari hasil jualannya.

Selama kurang lebih 65 tahun, Mislicha menjalani hidup sederhana dengan berjualan cilok keliling. Setiap hari, ia sudah bangun sejak pukul 02.00 WIB untuk menyiapkan dagangan, sebelum akhirnya berjualan di depan sekolah dengan mendorong gerobak sejauh sekitar satu kilometer.

Meski penghasilannya terbilang kecil—sekitar Rp50 ribu per hari—Mislicha tetap konsisten menyisihkan uang sebesar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari. Kebiasaan sederhana itu ia lakukan tanpa henti selama puluhan tahun.

Baca Juga :  Prabowo: Kekayaan RI Banyak “Dicuri” Lewat Tambang dan Perkebunan Ilegal

“Sudah 65 tahun saya jualan cilok. Kalau tidak menabung sedikit-sedikit, tidak akan bisa karena pengeluaran sangat banyak,” ujar Mislicha.

Selain dari hasil tabungan harian, ia juga mengumpulkan dana melalui arisan hingga akhirnya mampu membayar setoran awal biaya haji sekitar Rp25 juta dan mendaftar pada tahun 2017.

Setelah menunggu sekitar sembilan tahun, Mislicha kini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026 sebagai bagian dari Kloter 10 Embarkasi Surabaya.

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet Prabowo: Dudung Abdurachman Masuk Istana, Enam Pejabat Resmi Dilantik

Perjuangan Mislicha tidak mudah. Sejak ditinggal wafat suaminya, ia harus berjuang sendiri membesarkan delapan anak. Namun keterbatasan ekonomi tidak mematahkan tekadnya untuk terus berusaha dan menabung demi mewujudkan cita-cita berhaji.

Kisah keteguhan ini juga menginspirasi putri bungsunya, Mariatul Qibtiyah, yang ikut menabung dari hasil berjualan cilok agar bisa mendampingi sang ibu ke Tanah Suci.

“Tabungan Rp10 ribu itu yang membawa saya ke Kakbah,” menjadi gambaran nyata bahwa mimpi besar bisa diraih dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru