PPP Soroti Dugaan Pelanggaran RTRW oleh PT SAS, Pengawasan Tambang di Jambi Dinilai Lemah

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Jambi menyoroti dugaan pelanggaran Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) oleh PT Sinar Agung Sukses (PT SAS), sekaligus mengkritik lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di daerah tersebut.

Sorotan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi. Fraksi PPP menilai aktivitas PT SAS, khususnya rencana pembangunan stockpile batu bara, berpotensi tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang yang telah ditetapkan.

Menurut PPP, kawasan yang akan digunakan seharusnya diperuntukkan bagi sektor pertanian. Namun, dalam praktiknya justru dialihkan untuk kepentingan industri tambang, sehingga memicu penolakan dari masyarakat.
“Hal ini berpotensi melanggar Perda RTRW dan merugikan masyarakat. Kami meminta penjelasan yang jelas serta langkah konkret dari pemerintah daerah,” tegas juru bicara Fraksi PPP dalam rapat tersebut.

Baca Juga :  The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation

Tak hanya itu, PPP juga menyoroti kinerja pengawasan pemerintah daerah yang dinilai belum optimal. Kritik tersebut mengacu pada temuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan tambang batu bara di Jambi.

Perusahaan-perusahaan tersebut diketahui belum memenuhi kewajiban jaminan reklamasi dan pascatambang hingga tahun 2025. Kondisi ini dinilai sebagai indikasi lemahnya pengawasan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius.

Baca Juga :  PAN Usul RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, Pembahasan Formal Belum Dimulai

Fraksi PPP pun mendesak Pemerintah Provinsi Jambi untuk meningkatkan transparansi dan ketegasan dalam mengawasi sektor pertambangan. Selain itu, pemerintah diminta memastikan seluruh perusahaan mematuhi aturan serta bertanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.

PPP menegaskan, pengelolaan sektor tambang harus tetap memperhatikan keseimbangan antara investasi dan perlindungan lingkungan, serta tidak mengabaikan hak-hak masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Berita Terkait

DPR Dukung Pelaku Politik Uang Masuk Daftar Hitam di Revisi UU Pemilu
Yusril Usul Ambang Batas Parlemen Berbasis Jumlah Komisi DPR, Ini Alasannya
Pentolan Eks PAN Merapat ke PSI Jambi, Raja Juli: Pemain Lama yang Teruji
PAN Usul RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, Pembahasan Formal Belum Dimulai
Komisi II DPR Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Hadirkan Pakar Hukum ke Senayan
Prabowo Kumpulkan Eks Presiden dan Ketum Parpol di Istana, apa yang dibahas?
Legislator PKB Kritik Hakim MK, Singgung Sikap Merasa Paling Bersih dari DPR
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:40 WIB

DPR Dukung Pelaku Politik Uang Masuk Daftar Hitam di Revisi UU Pemilu

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:33 WIB

Yusril Usul Ambang Batas Parlemen Berbasis Jumlah Komisi DPR, Ini Alasannya

Minggu, 26 April 2026 - 12:10 WIB

Pentolan Eks PAN Merapat ke PSI Jambi, Raja Juli: Pemain Lama yang Teruji

Jumat, 24 April 2026 - 10:42 WIB

PAN Usul RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, Pembahasan Formal Belum Dimulai

Selasa, 7 April 2026 - 15:08 WIB

PPP Soroti Dugaan Pelanggaran RTRW oleh PT SAS, Pengawasan Tambang di Jambi Dinilai Lemah

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Calon Perangkat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 12:56 WIB