JAKARTA – Polemik di media sosial X antara Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Guru Besar Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar atau yang akrab disapa Uceng, berbuntut pada tantangan debat terbuka di televisi nasional.
Perdebatan keduanya bermula dari diskusi mengenai isu hak asasi manusia yang berkembang menjadi saling tanggapan tajam di platform X. Adu argumentasi tersebut menarik perhatian publik karena melibatkan pejabat negara dan akademisi terkemuka.
Dalam pernyataannya di media sosial, Pigai menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi secara terbuka dan menantang Uceng melakukan debat secara langsung di televisi nasional. Ia menegaskan ingin memaparkan pandangannya secara komprehensif sekaligus menguji pemahaman mengenai HAM di ruang publik.
“Saya siap debat live di TV nasional,” tulis Pigai, seraya menyebut forum terbuka penting agar masyarakat dapat menilai langsung argumentasi masing-masing pihak.
Menanggapi tantangan itu, Uceng menyatakan pada prinsipnya siap berdiskusi. Namun, ia menegaskan tidak memiliki kewenangan atau akses untuk mengatur penyelenggaraan debat di televisi nasional. Ia berharap pihak yang memiliki fasilitas dan jaringan media dapat memfasilitasi forum tersebut.
Uceng juga menjelaskan latar belakang akademiknya di bidang hukum dan HAM, serta menyebut perdebatan terbuka akan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi publik.
Polemik ini pun memicu beragam reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial bahkan mulai membuat desain flyer dan mendorong agar debat tersebut benar-benar direalisasikan.
Hingga kini, belum ada kepastian waktu maupun media penyelenggara yang akan memfasilitasi debat terbuka antara kedua tokoh tersebut. Namun, wacana ini terus menjadi perbincangan hangat di ruang publik digital.












